• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tercekik Utang! Warga Nega...

Tercekik Utang! Warga Negara Ini Menangis Kelaparan, Pajak Meroket, Ekonomi Amburadul!

Rabu, 09 Jul 2025, 12:18 WIB

JAKARTA - Kondisi ekonomi Kenya kian mengkhawatirkan. Sekitar 40 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, terjebak dalam badai kenaikan harga, kelangkaan pekerjaan, dan korupsi yang tak kunjung diberantas.

Christine Naswa, seorang pedagang sayur dan ibu lima anak, meluapkan kegelisahannya sambil berdagang di jalanan Nairobi.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

“Ekonominya hancur. Saya tak punya uang untuk makan, biaya hidup makin gila, dan hasil dagangan tak cukup. Kadang saya pulang tanpa sepeser pun,” keluh Christine Naswa getir.

Meskipun Kenya selama ini dipandang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Afrika Timur, kenyataannya masyarakatnya justru terpuruk. 

Penerapan pajak baru Presiden William Ruto memicu demonstrasi besar dan kerusuhan mematikan pada Juni lalu.

Beberapa kebijakan pajak memang dibatalkan, namun rakyat masih merasa dicekik. Kenya kini dibebani utang luar negeri raksasa, yang mana pembayaran bunganya bahkan melebihi anggaran untuk sektor kesehatan dan pendidikan.

“Tahun ini jadi tahun tergelap dalam bisnis saya sejak 36 tahun lalu,” ujar seorang pemilik toko yang menolak disebutkan namanya. 

Dia mengaku tokonya pernah dijarah saat kerusuhan pajak meledak.

Banyak yang kecewa berat dengan Presiden Ruto. Saat kampanye 2022, dia menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Tapi rakyat merasa justru dikhianati setelah kebijakan pajak justru dinaikkan drastis.

“Rakyat sudah muak. Pajak terus naik, tapi kami tetap miskin dan pemerintah tetap boros,” kata Kwame Owino, analis dari Institute for Economic Affairs.

IMF menganggap kenaikan pajak tak terelakkan demi menopang kebutuhan 55 juta penduduk Kenya. Namun, rakyat menilai itu hanya upaya menutup lubang akibat korupsi yang merajalela.

Solusi bisa datang jika korupsi diberantas tuntas. Namun menurut Patricia Rodrigues dari Control Risks, akar masalahnya terlalu dalam.

“Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kepercayaan,” tegasnya.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.