Utang Luar Negeri Indonesia Capai $435,6 Miliar per Mei 2025, Pertumbuhan Melambat
Senin, 14 Jul 2025, 15:35 WIBJAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat total utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai $435,6 miliar per Mei 2025. Angka ini tumbuh 6,8 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Mei tahun sebelumnya, meskipun pertumbuhannya menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan April yang mencatat kenaikan sebesar 8,2 persen.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa meski ULN meningkat, kondisinya tetap terjaga dan mendukung ketahanan ekonomi nasional. Menurut Ramdan, struktur ULN Indonesia tetap sehat dan dikelola secara hati-hati, tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di level 30,6 persen, serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai hampir 85 persen dari total ULN nasional.
Secara rinci, ULN pemerintah tercatat sebesar $209,6 miliar, tumbuh 9,8 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat kenaikan 10,4 persen. Ramdan menyebutkan bahwa sebagian besar ULN pemerintah dialokasikan untuk sektor-sektor prioritas seperti kesehatan dan layanan sosial (22,3 persen), administrasi publik, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,7 persen), pendidikan (16,5 persen), konstruksi (12 persen), serta transportasi dan pergudangan (8,7 persen).
Ramdan menambahkan, âPosisi utang luar negeri pemerintah masih aman, dengan 99,9 persen berupa utang jangka panjang.â
Sementara itu, ULN sektor swasta mengalami kontraksi sebesar 0,9 persen secara tahunan, dengan total sebesar $196,4 miliar pada Mei 2025. Penurunan ini lebih dalam dibandingkan kontraksi 0,4 persen yang tercatat pada April lalu. Meski mengalami penurunan, Ramdan menyatakan bahwa ULN swasta masih didominasi utang jangka panjang dengan porsi mencapai 76,5 persen dari total utang sektor tersebut.
Bank Indonesia menilai bahwa secara keseluruhan, struktur dan komposisi utang luar negeri Indonesia masih terkendali, baik dari sisi tenor maupun alokasinya ke sektor produktif. Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang terus dilakukan untuk menjaga ketahanan eksternal serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
The Spine: Ambisi Mesir Membangun Kota Masa Depan
-
Gubernur Babel Perluas Tanam Padi Jaksa Mandiri Pangan
-
Ekonomi Jakarta Nyaris Capai 6 Persen
-
Investasi Penting untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Pastikan Lolos ke Grand Final Setelah Libas Garuda Jaya
-
Ganda Aldila/Janice Sukses Melaju ke Babak 16 Besar Madrid Open
-
Ekonom: Industri Game Indonesia Berpotensi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.