- Home
-
- Luar Negeri
-
- Semoga Perdamaian Segera T...
Semoga Perdamaian Segera Terwujud, Paus Fransiskus Serukan agar Perang di Ukraina Diakhiri
Jumat, 27 Des 2024, 01:10 WIBANKARA â Menurut laporan Vatican News, Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia Paus Fransiskus, pada hari Rabu (25/12), menyerukan agar perang di Ukraina diakhiri. Seruan itu dikemukakan Paus Fransiskus saat menyampaikan pesan Natal di depan umat yang berkumpul di Basilika Santo Petrus.
Paus Fransiskus mendoakan agar perang di Ukraina berakhir. Dia juga menyerukan keterbukaan untuk melakukan negosiasi dan dialog agar perdamaian yang adil dan abadi bisa terwujud di negara itu.
Seperti dikutip dari Antara, Paus berusia 88 itu juga berdoa agar konflik di Timur Tengah, khususnya di Gaza, segera berakhir.Paus Fransiskus menyuarakan harapannya pada gencatan senjata dan bantuan bagi masyarakat yang dilanda kelaparan dan perang di wilayah kantong Palestina itu.
Paus Fransiskus menyerukan agar senjata di seluruh dunia dibungkam, mengimbau perdamaian di Timur Tengah, Ukraina, dan Sudan saat ia mengecam situasi kemanusiaan yang sangat serius di Gaza.
Dikutip dari Dawn, Paus Fransiskus menggunakan pesan tradisionalnya kepada 1,4 miliar umat Katolik di dunia untuk menyerukan perundingan demi perdamaian yang adil di Ukraina saat negara itu dihujani oleh 170 rudal dan pesawat tak berawak Russia dalam serangan pagi Natal yang dicap Kyiv sebagai "tidak manusiawi".
Pembebasan Sandera
Dengan suara terengah-engah, Paus juga menyerukan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera Israel yang ditawan di sana oleh Hamas.
"Saya memikirkan komunitas Kristen di Israel dan Palestina, khususnya di Gaza, di mana situasi kemanusiaannya sangat memprihatinkan," kata Paus Fransiskus kepada ribuan umat beriman yang berkumpul di depan Basilika Santo Petrus di Roma untuk menyampaikan khotbah Urbi et Orbi (kepada kota dan dunia).
Semoga ada gencatan senjata, semoga para sandera dibebaskan dan bantuan diberikan kepada orang-orang yang kelelahan karena kelaparan dan perang.
Paus Fransiskus juga menyampaikan seruannya bagi perdamaian ke Sudan, yang telah porak-poranda akibat perang saudara yang brutal selama 20 bulan dan tempat jutaan orang terancam kelaparan.
Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam keras upaya Russia untuk menghancurkan jaringan listrik negaranya yang rusak, dengan seorang pekerja energi tewas dalam serangan besar ke-13 terhadap sistem tersebut tahun ini."Putin sengaja memilih Natal untuk diserang," katanya.
Ukraina telah merayakan Natal pada tanggal 25 Desember selama dua tahun terakhir, bukan pada tanggal 7 Januari, saat sebagian besar penganut Ortodoks merayakannya, sebagai bentuk penghinaan terhadap Moskwa.
Namun, Russia mengatakan lima orang tewas dalam serangan Ukraina di wilayahnya semalam, termasuk satu orang akibat jatuhnya pesawat tak berawak di Ossetia Utara di Kaukasus.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
-
Soal Larangan Vape, Komisi IX DPR Nilai Perlu Dipertimbangkan Serius Demi Lindungi Generasi Muda
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.