Bantu Pemulangan Warga Saat Covid, Belasan Pejabat Vietnam Diadili dengan Tuduhan Suap

Selasa, 24 Des 2024, 12:45 WIB

HANOI - Lebih dari selusin pejabat Vietnam diadili di Hanoi pada hari Selasa (24/12) atas dugaan korupsi terkait penerbangan repatriasi selama pandemi Covid-19, skandal yang menyebabkan 54 orang dipenjara tahun lalu.

Kasus ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi besar-besaran yang telah menyebabkan pengunduran diri seorang presiden dan dua wakil perdana menteri di negara itu.

Ket. Foto: Pejabat Vietnam yang diadili atas kasus korupsi termasuk mantan wakil walikota Hanoi Chu Xuan Dung dan mantan duta besar Vietnam untuk Jepang Vu Hong Nam. — Sumber: Vietnam News Agency via AFP

Tahun lalu, 54 pejabat dan pebisnis dinyatakan bersalah menerima, menawarkan atau bertindak sebagai perantara suap yang menurut media pemerintah berjumlah $9,5 juta.

Mereka termasuk empat mantan pejabat senior di kementerian luar negeri, kesehatan, dan keamanan publik, yang dijatuhi hukuman seumur hidup.

Di antara 17 orang yang menghadapi pengadilan hari Selasa atas tuduhan penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan, dan menyembunyikan penjahat adalah pejabat kementerian perhubungan dan pejabat provinsi serta karyawan perusahaan perjalanan. 

Jumlah yang terlibat dalam kasus ini sekitar $350.000, dengan persidangan diperkirakan berlangsung sekitar seminggu.

Pada puncak pandemi di awal tahun 2020 -- ketika Vietnam menutup perbatasannya untuk hampir semua orang kecuali warga negara yang kembali -- para terdakwa diduga memberi atau menerima suap untuk membantu orang mendapatkan kursi di penerbangan repatriasi.

Pada saat itu, para pemulangan menghadapi prosedur masuk yang rumit, penerbangan yang mahal, dan biaya karantina.

Tahun lalu, seorang ibu di Hanoi menuturkan kepada AFP bagaimana ia menghabiskan lebih dari $10.000 untuk membawa putri remajanya kembali ke Vietnam dari sekolah asrama di Eropa pada puncak pandemi.

Dugaan korupsi itu muncul sebagai bagian dari upaya antikorupsi yang telah mengungkap sejumlah kesepakatan yang dilakukan selama respons pandemi Covid di Vietnam.

Tahun lalu, Majelis Nasional yang hanya memberikan stempel resmi mencopot mantan menteri luar negeri Pham Binh Minh dan Vu Duc Dam, yang mengawasi respons pandemi Covid-19, dari jabatan mereka sebagai wakil perdana menteri.

Tindakan keras itu juga menjatuhkan Presiden Nguyen Xuan Phuc setelah ia "mengambil tanggung jawab politik" atas berbagai kekurangan pejabatnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.