Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah melalui Negosiasi Panjang, Akhirnya Biden Teken RUU Anggaran untuk Cegah “Shutdown”

📅 Senin, 23 Des 2024, 01:00 WIB | Oleh:
Setelah melalui Negosiasi Panjang, Akhirnya Biden Teken RUU Anggaran untuk Cegah “Shutdown” Doc: AFP/JIM WATSON
Ket. Presiden AS, Joe Biden.

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, pada Sabtu (21/12), telah menandatangani rancangan undang-undang anggaran untuk mencegah penutupan pemerintah (shutdown) pada masa Natal setelah negosiasi di Kongres berlangsung sengit semalam.

Perdebatan legislatif di menit-menit terakhir disebabkan oleh Presiden terpilih Donald Trump bersama miliarder berpengaruh Elon Musk, menekan Partai Republik untuk membatalkan kompromi pendanaan bipartisan sebelumnya.

Para pembuat undang-undang kemudian menghabiskan beberapa hari mencoba untuk merundingkan kesepakatan lain, dengan penghentian besar-besaran pada layanan pemerintah yang tergantung pada ketidakpastian.

Dengan batas waktu Jumat (20/12) tengah malam, para senator telah mengabaikan prosedur normal untuk mempercepat paket baru tersebut hingga pemungutan suara, yang mendanai pemerintah hingga pertengahan Maret.

"Perjanjian ini merupakan kompromi, yang berarti tidak ada pihak yang mendapatkan semua yang diinginkannya," kata Biden dalam sebuah pernyataan. "Namun, perjanjian ini menolak jalur cepat menuju pemotongan pajak bagi para miliarder yang diinginkan Partai Republik," imbuh dia.

Saat ini, Partai Demokrat menguasai Senat, jadi tidak pernah ada keraguan bahwa paket pendanaan baru itu akan mendapat stempel persetujuan setelah partai tersebut berperan penting dalam membantu mayoritas Partai Republik di DPR meloloskan RUU tersebut pada Jumat sebelumnya.

Namun, karena para senator sering menunda-nunda pembahasan undang-undang yang rumit, muncul kekhawatiran bahwa pertikaian pendanaan akan berlanjut hingga pekan berikutnya. Itu berarti operasi pemerintah yang tidak penting akan ditutup, dengan sekitar 875.000 PNS dirumahkan dan sebanyak 1,4 juta orang lainnya diharuskan bekerja tanpa bayaran.

Campur Tangan

Penetapan anggaran pemerintah oleh Kongres selalu merupakan tugas yang sulit karena perbedaan pendapat antara dua kubu yaitu Partai Republik dan Demokrat.

Presiden terpilih Donald Trump dan miliarder teknologi Musk, sebelumnya menciptakan banyak drama kali ini dengan menekan Partai Republik dalam intervensi di saat-saat terakhir untuk mengingkari RUU pendanaan yang telah mereka sepakati dengan susah payah bersama Partai Demokrat.

Campur tangan Musk sempat memicu kemarahan dari Partai Demokrat maupun Republik setelah ia menghancurkan kesepakatan anggaran lewat serangkaian unggahan yang banyak di antaranya sangat tidak akurat, di platform media sosialnya, X.

"Terakhir kali saya memeriksa, Elon Musk tidak mempunyai hak suara di Kongres," kata anggota DPR dari Partai Republik, Rich McCormick, kepada CNN. "Sekarang, dia punya pengaruh, dan dia akan menekan kita untuk melakukan apa pun yang menurutnya benar baginya. Namun, saya punya 760.000 orang yang memilih saya untuk melakukan hal yang benar bagi mereka," imbuh dia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.