Waspadai Cuaca Buruk di Wilayah Perairan Jelang Natal dan Tahun Baru
Jumat, 20 Des 2024, 01:00 WIBYOGYAKARTA â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya cuaca ekstrem yang terjadi di momen perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca buruk di sejumlah wilayah perairan selama periode angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
"Terutama di Samudera Hindia yang harus diwaspadai. Di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera kemudian selatan Selat Sunda, selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur. Ini perlu diwaspadai," kata Dwikorita di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (19/12).
Seperti dikutip Antara, Dwikorita mengatakan potensi cuaca buruk tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal 2025.Dia memastikan akan terus memberikan informasi cuaca kepada masyarakat melalui berbagai kanal resmi, mulai dari website hingga media sosial.
Menurut Dwikorita, peringatan dini terkait cuaca buruk tersebut bakal terus diperbarui bagi instansi terkait, termasuk pengelola pelabuhan."Silakan terus dimonitor karena perkembangannya sangat dinamis dan cepat," ujar dia.
Untuk memperkuat upaya mitigasi, menurut dia, BMKG bakal berkoordinasi dengan otoritas terkait meliputi Kementerian Perhubungan, Kemenko PMK, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah.
Gelombang Tinggi
Secara terpisah, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menekankan jalur-jalur transportasi termasuk penyeberangan agar disiapkan secara saksama menjelang momentum libur akhir tahun.
"Seandainya ada ombak besar kita sudah antisipasi juga menggunakan kapal yang lebih besar dan lain-lain. Kita juga memberikan penekanan memang jalur Nataru harus disiapkan lebih serius," kata dia.
Lebih lanjut, BMKG juga mengimbau masyarakat yang hendak mengisi masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan berwisata di pantai agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi.
Redaktur: andes
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur
-
Konsumen Dibebani Biaya Tambahan, Service Charge Dipertanyakan Legalitasnya
-
Kata AirNav Indonesia, Dimasa Nataru Ini Jakarta-Denpasar Masih Jadi Rute Favorit Wisatawan
-
Pasar Segar Sepaku Hadir, Alternatif Belanja Praktis di Kawasan IKN
-
Nelayan di Papua terdampak cuaca buruk
-
Peringatan cuaca buruk di Taman Nasional Komodo
-
Polri Berhasil Blokir Ratusan Ribu Konten Judi Online Sepanjang 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.