Data Nasabah BRI Diduga Diretas? Ini Penjelasan Penting dari Pihak Bank!
Kamis, 19 Des 2024, 17:16 WIBJAKARTA -PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memastikan bahwa data dan dana nasabah aman, serta seluruh layanan perbankan beroperasi normal, menyusul isu dugaan serangan ransomware yang beredar di media sosial.
Dikutip dari Antara Direktur Digital dan IT BRI, Arga M. Nugraha, menyatakan bahwa nasabah dapat menggunakan semua layanan perbankan digital seperti BRImo, QLola, ATM/CRM, dan layanan BRI lainnya dengan aman. Ia menegaskan bahwa sistem keamanan teknologi informasi BRI telah memenuhi standar internasional dan diperbarui secara berkala untuk menghadapi berbagai potensi ancaman.
Sebelumnya, informasi mengenai kebocoran data BRI oleh kelompok peretas Bashe beredar di media sosial, dengan klaim bahwa data pribadi, data klien, dan data keuangan telah diretas, serta permintaan tebusan dengan batas waktu hingga 23 Desember 2024. Namun, BRI menegaskan bahwa langkah-langkah proaktif telah dilakukan untuk memastikan informasi nasabah tetap terlindungi.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Achmad Affandi
Berita Terkait:
-
Saham BBRI Turun 17% YTD, Bos BRI Minta Investor Tetap Tenang
-
Efisiensi MBG Bisa Hemat Rp40 Triliun per Tahun
-
Ketua MK Suhartoyo Tegaskan tanpa MKMK, Kepercayaan Publik pada MK Sulit Terbangun
-
Video Mesum Gegerkan Tulungagung, Diduga Terjadi di Pos Polisi Aktif
-
Cek Fakta: Israel Baru Saja Menunjuk Yariv Levin sebagai Perdana Menteri Sementara?
-
Turki Kucurkan Insentif Episode TV untuk Dukung Ekspor Drama Lokal
-
Jalin Keakraban Antara Instasi dan Media dalam Fortami Cup XI 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.