Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ULN Indonesia Oktober 2024 Menurun

📅 Selasa, 17 Des 2024, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
ULN Indonesia Oktober 2024 Menurun Doc: istimewa

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2024 turun menjadi se­besar 423,4 miliar dolar AS, dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2024 yang sebesar 428,5 miliar dolar AS.

“Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 7,7 persen year on year (yoy), menurun dibandingkan 8,5 persen yoy pada September 2024. Penurunan tersebut bersumber dari ULN sektor publik dan swasta,” kata Direktur Eksekutif De­partemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakar­ta, Senin (16/12).

Ramdan menuturkan ULN pemerintah menurun pada Oktober 2024 menjadi sebesar 201,1 miliar dolar AS, diban­dingkan dengan posisi pada September 2024 yang tercatat sebesar 204,1 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN peme­rintah mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,6 persen (yoy).

“Penurunan posisi ULN pemerintah bersumber dari tu­runnya posisi pinjaman dan surat utang,” tuturnya.

Pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga kredibi­litas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN se­cara pruden dan akuntabel untuk mendapatkan pembiaya­an yang paling efisien dan optimal.

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sek­tor prioritas dengan tetap memperhatikan aspek keberlan­jutan pengelolaan ULN.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah diman­faatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (21 persen) dari total ULN pemerintah, administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (19,1 persen), jasa pendidikan (16,8 persen), kon­struksi (13,5 persen), serta jasa keuangan dan asuransi (9,1 persen).

“Posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang de­ngan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN peme­rintah,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.