- Home
-
- Luar Negeri
-
- Filipina Ratifikasi Pakta ...
Filipina Ratifikasi Pakta Pertahanan Utama dengan Jepang
Selasa, 17 Des 2024, 02:50 WIBMANILA - Filipina pada Senin (16/12) meratifikasi pakta pertahanan utama dengan Jepang yang memungkinkan mereka untuk mengerahkan pasukan di wilayah masing-masing, sekaligus meningkatkan hubungan untuk melawan tekanan Tiongkok yang semakin meningkat.
Kedua negara tersebut merupakan sekutu lama Amerika Serikat (AS), yang telah memperkuat aliansinya untuk menghalangi klaim teritorial Tiongkok yang disengketakan di Pasifik.
âPakta tersebut, yang juga memungkinkan peningkatan latihan tempur gabungan, diratifikasi oleh Senat Filipina tanpa suara negatif atau abstain,â kata Presiden Senat Filipina, Francis Escudero.
Kedutaan Besar Jepang mengatakan, para legislator di Tokyo juga perlu memberikan suara melalui perjanjian itu sebelum mulai berlaku.
"Ratifikasi Perjanjian ini semakin menegaskan kemitraan strategis antara kedua negara dan tujuan bersama mereka untuk meningkatkan kontribusi terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas regional dan internasional," kata senat dalam sebuah pernyataan.
âPerjanjian ini akan memperluas kerja sama pertahanan Filipina dan Jepang di wilayah maritim di tengah tantangan keamanan bersama,â imbuh senat.
Para negosiator dari kedua negara selesai menengahi pakta tersebut pada Juli lalu, setelah tujuh bulan perundingan.
Walau di masa lalu Jepang menginvasi Filipina selama Perang Dunia II, kini mereka memiliki hubungan militer yang sama dengan AS dan semakin berselisih dengan Tiongkok.
Saat ini Jepang menampung sekitar 54.000 tentara Amerika, tetapi berselisih dengan Tiongkok mengenai kepemilikan pulau-pulau yang dikuasai oleh Tokyo di Laut Tiongkok Timur (LTT). Kapal-kapal Filipina dan Tiongkok pun kerap bentrok di sekitar beting yang disengketakan yang direbut Beijing dari Manila pada tahun 2012.
Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang merupakan jalur perdagangan senilai 5 triliun dollar AS setiap tahunnya, dan telah menepis putusan pengadilan internasional bahwa klaimnya itu tidak memiliki dasar hukum.
Kapal AS
Sementara itu dari Kamboja dilaporkan bahwa sebuah kapal perang AS pada Senin telah berlabuh di negara di Asia tenggara itu, hanya beberapa kilometer dari pangkalan angkatan laut yang direnovasi Tiongkok, dalam persinggahan pelabuhan militer Amerika pertama ke salah satu sekutu regional terdekat Beijing dalam delapan tahun.
Hubungan Washington DC dengan Phnom Penh telah memburuk selama bertahun-tahun, dengan Tiongkok menggelontorkan miliaran dollar untuk investasi infrastruktur di bawah mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen.
âPersonel Angkatan Laut Kamboja menyambut kedatangan USS Savannah di kota pelabuhan selatan Sihanoukville pada Senin,â lapor reporter AFP.
Sejak 2022, Tiongkok telah mendanai renovasi pangkalan Angkatan Laut Ream, sekitar 30 kilometer dari Sihanoukville, yang awalnya dibangun sebagian menggunakan dana AS.
Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan pada Jumat (13/12) lalu bahwa kunjungan lima hari tersebut bertujuan untuk memperkuat dan memperluas persahabatan dan mempromosikan kerja sama bilateral. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
FIFA Yakin Meksiko Siap Gelar Piala Dunia di Tengah Situasi Keamanan Memanas
-
Bangkit di Ganda, Janice Tjen/Katarzyna Piter Tantang Unggulan Keempat di Perempat Final Merida Open
-
Indonesia Bidik Lompatan Ekonomi, Komoditas Mentah Terancam Disetop
-
Satu Orang Terluka saat Hujan Disertai Angin Kencang Tumbangkan Enam Pohon di Jakpus
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Pengusaha Pengantaran Komit untuk Mengikuti Aturan Bonus Hari Raya untuk Ojol
-
Real Madrid Beri Debut Kompetitif untuk Dua Pemain Muda Lolosan Akademi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.