Lewat Budidaya Nila Berbasis data dan Sains, Unhas Perkuat BUMDes Maros Tingkatkan Produktivitas
Senin, 27 Jul 2026, 17:59 WIBMAKASSAR - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan pendekatan budidaya ikan nila berbasis data dan sains kepada pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros, Sulsel.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unhas Dr Alpiani dalam keterangannya di Makassar, Senin (27/7), mengatakan pengelola diberikan bimbingan teknis mempelajari teknik budidaya, sekaligus pemanfaatan data untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung keberlanjutan usaha.
Ia menjelaskan dengan memahami parameter teknis, pembudidaya dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat ketika terjadi perubahan kondisi di lapangan. Selama ini banyak pembudidaya mengandalkan pengalaman dan kebiasaan saja.
"Pengalaman tentu merupakan modal yang sangat berharga, tetapi akan jauh lebih optimal apabila dipadukan dengan data," ujarnya.
Melalui pemantauan indikator seperti kualitas air, Survival Rate, dan Feed Conversion Ratio, pembudidaya dapat mengetahui kondisi kolam lebih dini sehingga keputusan yang diambil lebih tepat dan risiko kerugian dapat diminimalkan
Tim Unhas juga mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari inovasi budidaya berkelanjutan, salah satunya bioslurry, residu dari instalasi biogas yang masih mengandung unsur hara dan mikroorganisme bermanfaat.
Bioslurry berpotensi meningkatkan produktivitas pakan alami di kolam, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial, sehingga biaya operasional dapat ditekan.
Desa Benteng Gajah memiliki potensi untuk menjadi contoh pengembangan budidaya ikan nila berbasis inovasi karena didukung sumber daya lokal yang dapat diintegrasikan dengan teknologi budidaya modern.
"Kami berharap BUMDes tidak hanya mampu mengembangkan usaha budidaya ikan nila yang produktif, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat desa," kata Alpiani.
Dalam bimbingan teknis, pihaknya menghadirkan praktisi budidaya ikan nila Syamsuddin SPi sebagai narasumber. Materi yang diberikan meliputi perencanaan usaha, perhitungan kapasitas kolam, penentuan padat tebar benih, hingga estimasi produktivitas dan hasil panen berdasarkan kondisi budidaya.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan kualitas air melalui pemantauan pH dan suhu, teknik pengambilan sampel kualitas air, penggunaan probiotik, penerapan sistem bioflok, hingga strategi pencegahan penyakit ikan.
Pengendalian parameter tersebut penting karena perubahan kualitas air dapat memicu stres pada ikan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko serangan penyakit yang berdampak pada produktivitas budidaya.
Tim juga menyerahkan berbagai peralatan agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung penerapan teknik budidaya berbasis data dan pengembangan usaha perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Bimbingan teknis tersebut Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Ant
- Budidaya Ikan Nila
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.