DPR Kecam Aksi Main Hakim Sendiri di Bali

Senin, 27 Jul 2026, 16:45 WIB

JAKARTA - Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam setelah menjadi korban pengeroyokan di Tabanan, Bali, menuai perhatian DPR RI. Peristiwa tersebut, dinilai menjadi pengingat bahwa aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati menegaskan, setiap dugaan tindak pidana harus diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku. Tindakan kekerasan oleh massa, hanya akan melahirkan tindak pidana baru dan menghilangkan hak seseorang untuk memperoleh proses hukum yang adil.

Ket. Foto: Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati — Sumber: Humas Fraksi Golkar DPR RI

"Indonesia adalah negara hukum, setiap warga negara harus menghormati proses hukum yang berlaku. Jangan pernah mengambil tindakan menghakimi sendiri, apabila menemukan dugaan tindak pidana, segera laporkan kepada kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum," kata Sari dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (27/7).

Sari menilai, tragedi tersebut harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak mengedepankan emosi saat menghadapi dugaan tindak pidana. Bahwa, rasa keadilan tidak boleh diwujudkan melalui aksi kekerasan.

"Tindakan massa yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan. Harus menjadi pembelajaran bersama," ucap Sari.

Selain itu, Sari meminta, kepolisian mengusut kasus tersebut secara profesional, objektif, dan transparan. Ia menegaskan, siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

"Literasi hukum masyarakat harus terus ditingkatkan, msyarakat harus memahami bahwa tindakan menghakimi sendiri dapat berakibat fatal. Baik bagi korban maupun bagi pelakunya yang juga dapat dimintai pertanggungjawaban pidana," ujar Sari.

Sementara, anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. Ia menegaskan, negara wajib hadir untuk memberikan perlindungan, termasuk memulihkan trauma anak dan keluarga korban.

"Praduga tak bersalah, hak hidup dan perlindungan anak adalah harga mati. Negara wajib hadir memulihkan trauma anak dan menjamin kehidupan keluarga korban," kata Rieke dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin.

Rieke juga mendesak, Polri membentuk tim khusus guna mengusut tuntas kasus tersebut. Menurut dia, penyelidikan harus dilakukan secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian hukum.

"Jangan biarkan ada kesan 'kasus bule cepat, kasus rakyat sendiri lambat'. Keadilan harus terasa, bukan hanya di atas kertas," ucap Rieke.

Lebih lanjut, Rieke mengingatkan, pentingnya menjaga nilai-nilai budaya Bali, termasuk filosofi Tri Hita Karana, sebagai pedoman dalam menyelesaikan persoalan sosial. Ia juga mendorong penguatan peran desa adat, banjar, dan pecalang dalam mencegah konflik tanpa menggunakan kekerasan.

"Hukum harus ditegakkan, kemanusiaan harus dijaga, dan budaya Bali harus dirawat. Jangan biarkan emosi sesaat merusak nilai tepo seliro yang sudah diwariskan leluhur," ucap Rieke. ils/I-1

  • DPR RI
  • Bali
  • Main Hakim Sendiri

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.