Pengamat: Banyak hal yang Bisa Buat RI Keluar dar 'Middle Income Trap'
Senin, 16 Des 2024, 12:16 WIBJAKARTA-Peneliti Pusat Riset Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana, Bengkayang, Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut mengatakan, banyak hal yang harus dilakukan agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.
Masalahnya bukan bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang tidak bermutu seperti mengandalkan konsumsi dan impor, tetapi juga gelembung properti. Lebih menyakitkan lagi, rakyat banyak terjerat pinjaman online (pinjol) yang bunganya sangat-sangat tinggi dan juga judi online. âTidak masuk akal kalau hal-hal seperti itu dianggap pertumbuhan ekonomi,â katanya, Senin (16/12)
Bank Indonesia (BI) paparnya harus konsisten. Jika pinjaman online diperbolehkan mengenakan bunga tinggi karena bisnis tersebut berisiko tinggi, ya sama saja dengan suku bunga acuan BI. âNegara kita kan risikonya tinggi, harusnya suku bunga acuan BI juga tinggi dong. Kebijakannya jangan mendua,â katanya.
Diketahui, Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan penting dalam menentukan arah kebijakan strategisnya di tengah persaingan dua raksasa dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok.Â
âIndonesia harus membuat pilihan.Menjadi kawan sejati AS bisa membawa Indonesia keluar dari middle income trap, seperti yang dialami banyak negara maju lainnya. Namun, pilihan ini harus dilakukan dengan cerdas, tanpa memusuhi Tiongkok. Kita berada di persimpangan jalan, dan inilah saatnya untuk bertindak,"ucap Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi Nazar el Mahfudzi
Daya tawar tinggi ini, menurut Nazar, diperlukan agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dan menghindari ketertinggalan dari negara-negara lain.
Indonesia harus melihat ke depan, terutama pada perubahan demografi. Pada tahun 2040, jumlah penduduk usia produktif akan menurun drastis. Tanpa kebijakan yang tepat, Indonesia akan menghadapi tantangan besar seperti yang dialami Jepang.
âDan kini saatnya, Indonesia harus membuat pilihan.Menjadi kawan sejati AS bisa membawa Indonesia keluar dari middle income trap, seperti yang dialami banyak negara maju lainnya. Namun, pilihan ini harus dilakukan dengan cerdas, tanpa memusuhi Tiongkok. Kita berada di persimpangan jalan, dan inilah saatnya untuk bertindak," pungkas Nazar.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
Kemhan Bantah Amerika Serikat Bebas Lintas Udara di MDCP: Kedaulatan RI Jadi Prioritas
-
AS Membentuk Komando Pasukan Khusus Penjaga Pantai untuk Mendukung Kebutuhan Penyitaan Kapal Musuh
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Ratusan Rumah di Empat Desa di Kudus Rusak Diterjang Angin Kencang
-
KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China: Eksportir Diminta Jaga Keamanan Pangan
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.