Filipina akan Teruskan Misi Pasokan di LTS

Rabu, 11 Des 2024, 02:40 WIB

MANILA – Presiden Ferdinand Marcos Jr pada Selasa (10/12) mengatakan bahwa Filipina akan melanjutkan misi pengiriman pasokan ulang di Laut Tiongkok Selatan (LTS) tanpa perlu mengerahkan angkatan laut, meskipun ada insiden baru-baru ini dengan kapal-kapal Tiongkok di perairan yang disengketakan.

“Kami tidak akan pernah menjadi bagian dari eskalasi di Laut Filipina Barat (LTS),” kata Presiden Marcos Jr kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa Filipina akan terus mendukung masyarakat nelayan di negaranya.

Ket. Foto: Sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok sedang menyemprotkan air dengan meriam air ke arah sebuah kapal milik pemerintah Filipina dekat Scarborough Shoal di LTS pada 4 Desember lalu. — Sumber: AFP/National Philippine Sea

Pada 4 Desember lalu, kapal Penjaga Pantai Tiongkok menembakkan meriam air dan menyerempet kapal milik biro perikanan Filipina yang sedang mengangkut pasokan untuk nelayan Filipina yang beroperasi di sekitar Scarborough Shoal yang merupakan daerah penangkapan ikan utama, menurut pejabat Filipina.

Kapal Penjaga Pantai Filipina juga menghadapi dihalang-halangi, dikuntit, dan dihadang dengan manuver berbahaya dari kapal Angkatan Laut Tiongkok.

“Filipina tidak akan mengerahkan kapal perangnya sendiri ke wilayah tersebut untuk mencegah provokasi dan eskalasi,” ucap Presiden Marcos Jr.

Sebelumnya pada Minggu (8/12) juru bicara Penjaga Pantai Filipina memperingatkan bahwa Manila akan mengerahkan kapal perang ke LTS menyusul tudingan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut Tiongkoktelah mengganggu kapal-kapal Filipina di perairan sengketa itu.

Manila telah mengajukan protes diplomatik terhadap Tiongkok yang mengklaim hampir seluruh LTS, atas insiden yang terjadi pada pekan lalu.

Penjaga Pantai Tiongkok pekan lalu mengatakan bahwa kapal-kapal Filipina secara berbahaya mendekati kapalnya saat berlayar perairan teritorial Beijing di sekitar Scarborough Shoal.

Dialog Trilateral

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Jepang pada Selasa melaporkan bahwa di Tokyo telah dilaksanakan dialog maritim antara Jepang-AS-Filipina. Dialog maritim trilateral ini merupakan yang pertama digelar menyusul hasil pertemuan puncak ketiga negara pada April lalu.

“Kami menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama antara tiga negara sebagai mitra alami dan negara maritim yang dihubungkan oleh Samudra Pasifik,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Jepang.

“Pada dialog ini, kami bertukar pandangan tentang perkembangan terkini di LTS serta menegaskan kembali penentangan kami terhadap segala upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekerasan,” imbuh kementerian itu.

Pada dialog ini, Jepang dan AS menyatakan dukungan mereka terhadap upaya Filipina yang konsisten menuju penyelesaian sengketa secara damai di LTS dan menegaskan kembali harapan kuat mereka bahwa para pihak yang bersengketa akan mematuhi putusan Pengadilan Arbitrase mengenai sengketa antara Filipina dan Tiongkok mengenai LTS, sehingga mengarah pada penyelesaian sengketa secara damai. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.