Bappenas Terus Upayakan Peningkatan Investasi Penggunaan EBT
Selasa, 10 Des 2024, 00:03 WIBJakarta - Deputi Bidang Kemaritiman Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Vivi Yulaswati mengatakan pihaknya terus mengupayakan peningkatan investasi dalam penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.
"Kementerian PPN/Bappenas terus berkomitmen untuk memastikan transisi energi baru terbarukan dalam mendukung pembangunan Indonesia (dan) terus mengupayakan peningkatan investasi dalam penggunaan EBT di Indonesia," ujarnya dalam pertemuan dengan Sustainable Energy for All (SEforALL) sebagaimana dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, Indonesia perlu selalu mendorong peningkatan agenda transisi EBT mengingat perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca merupakan game changer yang memompa pertumbuhan tanah air. Namun, upaya tersebut tak boleh hanya dengan menjalankan business as usual.
Dalam kesempatan itu, dia mengemukakan dua poin tantangan penerapan transisi EBT, yakni transmisi dan distribusi infrastruktur, serta biaya energi terbarukan relatif lebih tinggi dibandingkan biaya yang diperlukan untuk energi fosil.
Meski demikian, Indonesia memastikan komitmennya untuk penerapan energi hijau.
Indonesia telah menyusun perencanaan penerapan transisi energi hijau, yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Untuk mencapai pembangunan energi hijau, lanjutnya, maka dibutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan yang di antaranya untuk mendukung pembiayaan dalam pelaksanaan transisi EBT.
"Investasi untuk transisi hijau membutuhkan biaya hingga 51,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahunnya, yang didapat tidak hanya dari pembiayaan pemerintah, tetapi juga pihak swasta," imbuh Vivi.
Pada diskusi kali ini, pihak investor, yang juga hadir dalam pertemuan dengan Bappenas, mendorong tata kelola pemerintahan baru yang dapat mendukung kemudahan pembiayaan energi hijau.
Mereka turut mendorong pelaksanaan EBT segera diterapkan, terlebih semakin tingginya permintaan EBT dari AS, Eropa, dan China.
Berita Terkait:
-
Ini Alasan Mengapa Gerbong Perempuan KRL Ditempatkan di Ujung Rangkaian?
-
MGBKI Desak Audit Independen Kasus Dokter Magang Meninggal Dunia sat Dirawat di RSMH Palembang
-
Pemkot Makassar Siapkan KUR untuk PKL Terdampak Penertiban, Solusi Modal Usaha agar Tak Kembali Langgar Aturan
-
Pertamina Jatimbalinus Tertibkan SPBU Rote Ndao: BBM Diprioritaskan untuk Pengendara.
-
Terbang Bersama Vietjet Berpeluang Menang Hadiah Utama Emas 38 gram
-
Pemprov Tawarkan Investasi Senilai Rp271 Triliun
-
Kwarda Jateng Dorong Banyumas Jadi Percontohan Pengembangan Kepramukaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.