Kimchi Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan

Senin, 09 Des 2024, 21:30 WIB

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kimchi campuran kubis dan sayuran yang difermentasi mungkin juga layak mendapat tempat dalam rencana makan untuk menurunkan berat badan. Penelitian ini berfokus pada potensi efek penurunan berat badan dari mengonsumsi 60 miligram bubuk kimchi, yang menurut ahli gizi terdaftar Qianzhi Jiang, PhD, RDN, pendiri Nutrition Changer, setara dengan hampir satu ons kimchi segar (atau sekitar jumlah yang mungkin Anda tambahkan ke dalam makanan seperti nasi atau mie). 

Orang yang mengonsumsi kapsul bubuk kimchi setiap hari selama tiga bulan kehilangan jumlah lemak tubuh yang signifikan secara statistik dibandingkan dengan kelompok kontrol, demikian yang dilaporkan oleh penulis studi dalam Journal of Functional Foods.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

Cindy Chou, RDN, ahli gizi ahli diet terdaftar dan pendiri The Sound of Cooking, mengatakan bahwa hasil dari penelitian ini tidak mengejutkan, terutama dalam hal efek pada mikrobioma usus dengan konsumsi makanan fermentasi seperti kimchi setiap hari. Faktanya, penelitian baru ini mengkonfirmasi temuan dari beberapa penelitian sebelumnya, termasuk penelitian pada awal tahun 2024 yang menemukan hubungan antara mengonsumsi tiga porsi kimchi segar setiap hari dengan prevalensi obesitas yang lebih rendah pada pria.

Para ilmuwan di balik penelitian terbaru ini, yang semuanya bekerja untuk afiliasi Korea Food Research Institute, World Institute of Kimchi, mencatat bahwa penelitian mereka menonjol karena menjadi yang pertama menilai efek anti-obesitas dari kimchi dengan menggunakan desain acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo-yang dianggap sebagai standar emas dalam penelitian.

Untuk penelitian ini, para peneliti merekrut 90 orang berusia 20 hingga 65 tahun dengan indeks massa tubuh (BMI) 23 hingga 30. National Institutes of Health menganggap BMI 25 hingga 29,9 sebagai kelebihan berat badan, sementara Korean Society for the Study of Obesity mendefinisikan kelebihan berat badan sebagai BMI 23 atau lebih tinggi.

Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok mengonsumsi kimchi bubuk yang dienkapsulasi dan difermentasi secara “spontan”, yang berarti kubis direndam dalam air garam dan diolah dengan cabai merah, kecap ikan, bawang putih, jahe, lobak, dan bawang bombay. Kelompok kimchi kedua mengonsumsi kimchi bubuk yang dienkapsulasi dan difermentasi dengan starter bakteri Leuconostoc mesenteroides KCKM0828. Kelompok ketiga mengonsumsi kapsul plasebo yang mengandung laktosa dan penyedap kimchi.

Setelah tiga bulan konsumsi setiap hari, ketiga kelompok memiliki beberapa perbedaan penting dalam hal berat badan. Kelompok kimchi yang difermentasi secara spontan dan difermentasi secara bakteri secara signifikan mengurangi massa lemak tubuh dibandingkan dengan kelompok plasebo. Mereka yang mengonsumsi kapsul kimchi yang difermentasi secara spontan kehilangan berat badan rata-rata 1,32 kilogram, dan mereka yang mengonsumsi kapsul yang difermentasi secara bakteri kehilangan berat badan rata-rata 1,96 kilogram. Di sisi lain, mereka yang mengonsumsi plasebo justru mengalami kenaikan berat badan rata-rata 2,56 kilogram selama 12 minggu.

Mikrobioma usus peserta juga mengalami beberapa perubahan yang menarik. Dengan menggunakan sampel tinja, para peneliti mendeteksi bahwa kedua kelompok yang mengonsumsi kapsul kimchi memiliki lebih banyak bakteri usus yang bermanfaat, Akkermansia muciniphila, yang dikenal dengan efek positifnya pada penyakit radang usus, obesitas, dan diabetes. Mereka juga memiliki tingkat Proteobacteria yang lebih rendah, mikroba yang terkait dengan obesitas.

Kimchi adalah makanan rendah kalori, dengan hanya 22,5 kalori per porsi satu cangkir. Tetapi itu bukan satu-satunya alasan para ahli mengatakan bahwa makanan ini baik untuk menurunkan berat badan. Efek kimchi terhadap berat badan kemungkinan besar disebabkan oleh manfaat bakteri fermentasi. Sebagai makanan fermentasi, kimchi memperkenalkan bakteri baik ke dalam usus, di mana mereka secara unik meningkatkan pencernaan. 

“Bakteri baik dalam usus memfermentasi serat makanan menjadi asam lemak rantai pendek, yang dapat meningkatkan penurunan berat badan melalui pengaturan nafsu makan,” kata Jiang, dikutip dari Health, Rabu (4/12). 

Beberapa penelitian menemukan bahwa asam lemak rantai pendek memicu sinyal kenyang di otak, membatasi nafsu makan dan mengurangi berat badan. Semakin banyak keragaman dalam usus, semakin mudah penurunan berat badan. 

“Penelitian pada manusia telah mengaitkan keragaman bakteri usus dan jenis bakteri tertentu dengan obesitas. Beberapa hipotesis menyiratkan bahwa hubungan ini disebabkan oleh bagaimana bakteri memengaruhi metabolisme protein, asam lemak, dan energi,” ucapnya.

Keanekaragaman mikrobioma yang lebih besar dan berat badan yang sehat tampaknya merupakan jalan dua arah, dengan penurunan berat badan juga mendorong keanekaragaman usus. Namun, Jiang mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami perbedaan bakteri usus antara individu yang mengalami obesitas dan tidak mengalami obesitas.

Karena penelitian Journal of Functional Foods menggunakan kimchi bubuk yang dienkapsulasi, mungkin hasilnya tidak berlaku untuk jenis kimchi segar. Tapi Jiang mengatakan ada alasan untuk berharap. 

“Bubuk kimchi yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dengan cara mengeringkan kimchi dengan cara dibekukan. Proses ini menghilangkan kandungan air tanpa membunuh bakteri hidup di dalam kimchi dan memiliki dampak minimal pada kandungan serat dan SCFA-nya,” jelasnya.

Redaktur: Rivaldi Dani Rahmadi

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.