Tiongkok Tuntaskan Pembangunan Hutan Buatan di Gurun Terluas

Jumat, 06 Des 2024, 13:40 WIB

BEIJING - Tiongkok baru-baru ini mengklaim telah menyelesaikan Program Three-North Shelterbelt, kampanye hutan buatan yang dibangun selama 46 tahun dengan menanam pohon di sekitar Gurun Taklamakan untuk memperlambat perluasan gurun dan mengurangi badai pasir yang merusak. 

Dari Greek Reporter, prakarsa tersebut, yang merupakan bagian dari upaya negara tersebut untuk memerangi penggurunan, menandai langkah besar dalam melindungi wilayah kering yang rentan.

Ket. Foto: Tiongkok menanam hutan buatan sepanjang 3.000 kilometer di sepanjang tepi selatan Gurun Taklamakan. — Sumber: Istimewa

Proyek tembok hijau yang besar

Proyek yang juga dikenal sebagai Inisiatif Tembok Hijau Besar ini dimulai pada tahun 1978. Sejak saat itu, para pekerja telah menanam lebih dari 30 juta hektar (116.000 mil persegi) pohon, menciptakan “sabuk hijau” yang membentang sejauh 3.000 kilometer (2.000 mil) di sekitar gurun di wilayah Xinjiang barat laut.

Inisiatif penanaman pohon besar-besaran telah meningkatkan cakupan hutan di Tiongkok secara signifikan. Data resmi menunjukkan hutan kini menutupi lebih dari 25 persen lahan negara itu, naik dari sekitar 10 persen pada tahun 1949.

Di Xinjiang sendiri, tutupan hutan telah tumbuh dari 1 persen menjadi 5 persen selama empat dekade terakhir, yang menggarisbawahi dampak lokal proyek tersebut.

Tantangan 

Meskipun telah mencapai keberhasilan, upaya ini menghadapi tantangan. Kritikus menunjukkan bahwa banyak pohon yang ditanam gagal bertahan hidup, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas jangka panjang proyek ini. Badai pasir, yang menjadi fokus utama inisiatif ini, terus berdampak pada kota-kota seperti Beijing, yang menunjukkan bahwa kampanye ini belum sepenuhnya menyelesaikan masalah.

Zhu Lidong, pejabat kehutanan dari Xinjiang, mengakui kendala ini selama jumpa pers di Beijing, tetapi menekankan pentingnya melanjutkan pekerjaan tersebut. Ia menguraikan rencana untuk memulihkan hutan poplar di tepi utara Gurun Taklamakan dengan mengalihkan banjir.

Para pejabat juga merencanakan jaringan hutan baru untuk melindungi lahan pertanian dan kebun buah di sepanjang tepi barat gurun. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan wilayah tersebut terhadap penggurunan.


Kampanye ini telah berhasil mengurangi total lahan yang mengalami penggurunan di negara tersebut, meskipun masih ada tantangan. Data resmi dari Biro Kehutanan menunjukkan bahwa 26,8 persen lahan di Tiongkok masih tergolong gurun. Ini merupakan penurunan tipis dari 27,2 persen yang tercatat satu dekade lalu dan menyoroti skala perjuangan melawan penggurunan yang sedang berlangsung di salah satu negara yang paling terdampak di dunia.

Meskipun Program Three-North Shelterbelt telah menerima pujian atas tujuan ambisiusnya, para ahli percaya bahwa penanaman pohon saja mungkin tidak cukup untuk mengatasi akar penyebab penggurunan. Upaya berkelanjutan untuk memulihkan vegetasi, meningkatkan pengelolaan lahan, dan memanfaatkan teknik inovatif akan sangat penting untuk mempertahankan kemajuan.

Upaya Tiongkok di Gurun Taklamakan memberikan gambaran sekilas tentang tantangan dan kemungkinan pemulihan lingkungan dalam skala besar. Seiring dengan kemajuan negara tersebut dalam menjalankan rencananya, keberhasilan proyek yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini akan bergantung pada adaptasi strategi terhadap realitas kompleks dalam memerangi penggurunan .

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.