Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RS Marzoeki Mahdi-Trisakti gelar riset untuk basis pencegahan judol

📅 Kamis, 28 Nov 2024, 22:32 WIB | Oleh:
RS Marzoeki Mahdi-Trisakti gelar riset untuk basis pencegahan judol Doc: ANTARA/Abdu Faisal
Ket. Arsip - Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ dalam forum diskusi Denpasar 12 secara daring di Jakarta, Rabu (31/7/2024).

Jakarta, 28/11 - Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) Rumah Sakit Marzoeki Mahdi bekerja sama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Kedokteran Trisakti mengadakan riset tentang kecanduan judi daring (judol) agar hasilnya dapat dijadikan dasar dalam upaya pencegahan dan penanganan yang efektif.

Direktur Utama PKJN RS Marzoeki Mahdi, Nova Riyanti Yusuf, menyebut maraknya kasus judi online di Indonesia menjadi perhatian serius, sehingga dia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam penelitian nasional ini guna mengidentifikasi dan menganalisis perilaku kecanduan judol.

“Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Marzoeki Mahdi mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang pernah atau sedang terlibat dalam judi online untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Partisipasi anda sangat berharga dalam upaya mengatasi masalah judi online di Indonesia,” ujar Nova dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Mengutip data Google Trends, dia menyebutkan bahwa pencarian situs-situs judi online sepanjang pada 2023 menunjukkan peningkatan yang signifikan hingga 1.700 persen. Sementara itu, data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan ada sekitar 2,37 juta penduduk Indonesia dari berbagai strata sosial terjerumus dalam judi online.

"Jenis judi online yang banyak dilakukan oleh masyarakat di antaranya poker online, slot online, kasino online, judi bola, togel online, domino online, sabung ayam online, hingga judi e-sports," ujar dia memaparkan.

Padahal, kata dia, judi online dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kerugian finansial, gangguan kesehatan mental, dan kerusakan hubungan sosial. Menurut dia, di Indonesia, akses ke situs judi online relatif mudah meskipun kegiatan perjudian dilarang secara hukum.

Dia berharap hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang perilaku judi online di Indonesia. Adapun sasaran penelitian, katanya, adalah warga negara minimal berusia 15 tahun, yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang pernah atau sedang terlibat judi online dalam 12 bulan terakhir.

Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kombinasi (mixed-methods) berupa survei menggunakan Online Problem Gambling Behavior Index (OPGBI), skrining kesehatan jiwa menggunakan SRQ-29 atau SDQ, dan wawancara mendalam yang bertujuan untuk memahami lebih dalam perilaku dan motivasi di balik judol di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.