Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Genjot Inovasi, BRIN Dorong Peneliti di Luar Jawa untuk Perluas Kolaborasi Riset

📅 Kamis, 28 Nov 2024, 18:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Genjot Inovasi, BRIN Dorong Peneliti di Luar Jawa untuk Perluas Kolaborasi Riset Doc: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Ket. Ilustrasi: Mahasiswa menunjukkan inovasi peluru bius untuk penelitian satwa pada Pameran Karya Riset dan Inovasi Teknologi Tepat Guna di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rabu (20/11/2024).

Jakarta - Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Ajeng Arum Sari mendorong para peneliti yang berbasis di luar pulau Jawa untuk membangun dan memperluas kolaborasi dalam penelitian akademis melalui skema pendanaan yang disediakan oleh badan riset tersebut.

Hal ini mengingat sebaran penerima pendanaan riset dari BRIN masih terpusat di pulau Jawa dengan total sekitar 1.300 penerima. Sementara jumlah penerima pendanaan riset di pulau-pulau lain masih sedikit, seperti Maluku sebanyak 9 penerima, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 4 penerima, dan Papua sebanyak 2 penerima.

“Kata kuncinya networking, kolaborasi. Jadi, dengan networking, kolaborasi itu akan bisa maju bersama antara periset Jawa dan di luar pulau Jawa,” kata Ajeng dalam diseminasi hasil riset Women in STEM yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Selain melaksanakan riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga berperan sebagai funding agency yang memfasilitasi pendanaan riset bagi para peneliti melalui berbagai skema. Pendanaan tidak hanya ditujukan bagi peneliti internal BRIN, juga peneliti yang berasal dari berbagai kampus di seluruh Indonesia.

Ajeng menyampaikan sebaran penerima pendanaan riset yang belum merata memang menjadi tantangan tersendiri bagi BRIN. Sebab, dalam penyaluran pendanaan, BRIN tidak berbasiskan pada daerah asal peneliti, melainkan berdasarkan kompetisi dan rekam jejak peneliti.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong lebih banyak keterlibatan peneliti luar Jawa untuk dapat memperoleh pendanaan riset dari BRIN, sehingga mampu mengimbangi penerima pendanaan riset yang selama ini didominasi dari pulau Jawa.

Meski sama-sama berasal dari BRIN, Ajeng menambahkan bahwa pihaknya tidak berarti mendahulukan atau memprioritaskan peneliti dari internal di dalam penyaluran pendanaan riset.

Ia menyebutkan justru penerima pendanaan riset dari peneliti di luar BRIN lebih banyak, yakni sebanyak 1.337 penerima pada 2022-2023. Sedangkan penerima pendanaan untuk peneliti BRIN pada tahun yang sama sebanyak 1.052 penerima.

“Infrastruktur kami juga bisa diakses secara terbuka, tidak hanya oleh periset BRIN. Mungkin infrastruktur di kampus ada yang belum lengkap. Kami sudah lengkap, alat-alat canggih itu kami punya, dan silakan dimanfaatkan oleh periset yang ada di kampus,” kata Ajeng.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.