- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia Pertimbangkan Damai...
Russia Pertimbangkan Damai dengan Ukraina
Jumat, 22 Nov 2024, 02:55 WIBMOSKWA - Russia siap mempertimbangkan setiap inisiatif perdamaian yang realistis terkait konflik di Ukraina yang mempertimbangkan kepentingan Russia sendiri dan situasi di lapangan. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Russia, Maria Zakharova, Kamis (21/11).
âKami terbuka untuk negosiasi, kami siap mempertimbangkan inisiatif apa pun yang realistis dan tentu saja nonpolitik,â kata Zakharova, seraya menambahkan bahwa Russia hanya akan mempertimbangkan penyelesaian yang didasarkan pada pertimbangan kepentingan mereka.
âSaya ingin menekankan sekali lagi, kata kuncinya adalah mempertimbangkan kepentingan negara kami, situasi terkini di lapangan, dan jaminan kepatuhan terhadap perjanjian yang relevan,â imbuh dia.
Dilaporkan pula bahwa Russia terbuka untuk membahas kesepakatan gencatan senjata Ukraina dengan presiden terpilih AS, Donald Trump, tetapi mengesampingkan pemberian konsesi teritorial besar apa pun dan menegaskan bahwa Kyiv harus meninggalkan ambisi untuk bergabung dengan NATO.
Terkait NATO, Kementerian Luar Negeri Russia pada Kamis juga menyatakan bahwa pangkalan pertahanan misil balistik baru Amerika Serikat (AS) di Polandia utara akan menyebabkan peningkatan tingkat bahaya perang nuklir secara keseluruhan dan masuk dalam daftar target Russia untuk potensi penghancuran jika perlu.
Pangkalan pertahanan udara yang terletak di Kota Redzikowo dekat pantai Baltik itu merupakan  bagian dari perisai misil NATO yang dioperasikan pada 13 November lalu. Dijuluki sebagai Aegis Ashore, perisai misil NATO diklaim dapat mencegat misil balistik jarak pendek hingga menengah.
âIni adalah langkah provokatif lain dalam serangkaian tindakan yang sangat mengganggu stabilitas oleh Amerika dan sekutu mereka di aliansi Atlantik Utara di bidang strategis,â kata Zakharova. âHal ini mengarah pada melemahnya stabilitas strategis, meningkatnya risiko strategis dan, sebagai hasilnya, meningkatnya tingkat bahaya perang nuklir secara keseluruhan,â imbuh dia.
Misil Balistik
Sementara itu Kyiv pada Kamis menyatakan bahwa Moskwa telah meluncurkan misil balistik antarbenua (ICBM) ke Ukraina untuk pertama kalinya. Digunakannya ICBM ini  menandai eskalasi terbaru konflik sejak Ukraina menembakkan misil jarak jauh yang dipasok Barat ke Russia.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan Russia pada pagi hari telah meluncurkan beberapa jenis misil ke pusat Kota Dnipro yang menargetkan infrastruktur penting. âSecara khusus, misil balistik antarbenua diluncurkan dari wilayah Astrakhan di Federasi Russia,â demikian pernyataan Kyiv.
Russia dan Ukraina telah meningkatkan penggunaan misil jarak jauh yang mematikan selama beberapa hari terakhir sejak AS memberikan izin untuk menggunakan ATACMS terhadap target militer di wilayah dalam Russia.
Sementara itu media Inggris melaporkan pada Rabu (20/11) bahwa Kyiv telah meluncurkan misil Storm Shadow yang dipasok Inggris ke target di Russia setelah Ukraina mendapat lampu hijau dari London. AFP/ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Polda Babel Amankan Tiga Pelaku Pengeroyok Wartawan di PT PMM
-
5.200 Warga Buleleng Turun ke Pantai, Aksi Serentak Bersihkan 7 Titik Pesisir
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.