- Home
-
- Luar Negeri
-
- Panglima Komando Indo-Pasi...
Panglima Komando Indo-Pasifik AS Sebut Konflik Timteng dan Ukraina Kurangi Stok Pertahanan Udara
Kamis, 21 Nov 2024, 00:05 WIBWashington - Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan Ukraina memberikan tekanan pada persediaan pertahanan udara Amerika Serikat, kata Laksamana Samuel J. Paparo, Panglima Komando Indo-Pasifik AS, pada Selasa (19/11).
"Sampai tahun ini, ketika sebagian besar senjata yang digunakan adalah artileri dan senjata jarak pendek, saya telah menjawab 'tidak sama sekali'," kata Paparo dalam sebuah acara di Brookings Institution, ketika ditanya apakah konflik tersebut berdampak pada kesiapan pertahanan AS di kawasan Indo-Pasifik.
"Namun sekarang, dengan sebagian (rudal permukaan-ke-udara) Patriot yang telah digunakan, sebagian dari rudal udara-ke-rudal udara yang telah digunakan, kini telah menghabiskan persediaan dan, Anda tahu, untuk menjawab sebaliknya adalah tindakan yang tidak jujur," tambah Paparo.
Laksamana AS tersebut mengatakan bahwa konflik tersebut berdampak pada kesiapan negara adidaya itu untuk merespons di Indo-Pasifik.
Dia menggambarkan Indo-Pasifik sebagai "wilayah yang paling memberikan tekanan terhadap kuantitas dan kualitas amunisi". Selain itu, Paparo juga mengemukakan bahwa China merupakan "lawan potensial yang paling cakap di dunia ini".
Sebelumnya, Pemerintah China masih mengutarakan harapannya agar pihak-pihak yang terlibat dalam perang Ukraina dan Rusia dapat mewujudkan gencatan senjata dan deeskalasi.
"Posisi China terkait masalah Ukraina konsisten dan jelas yaitu mewujudkan gencatan senjata secepat mungkin dan mengupayakan penyelesaian lewat jalur politik sehingga memenuhi kepentingan semua pihak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (18/11).
Lin Jian memaparkan, keharusan terbesar pada saat ini terkait konflik di Ukraina adalah mendorong deeskalasi sesegera mungkin.
Hal tersebut disampaikan menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (17/11) yang menyebut memberikan izin kepada Ukraina menggunakan sistem rudal taktis jarak jauh (army tactical missile system atau ATACMS) buatan AS untuk "serangan terbatas" ke dalam wilayah Rusia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Bakal Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Minggu
-
Mudik Gratis DKI 2026 Dibuka: Link Pendaftaran, Syarat, dan Daftar 20 Kota Tujuan
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Jaga Jakarta, Pramono Anung: Jakarta Tetap Aman Meski Dunia Sedang Bergolak
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Pelatihan Kendarai Becak Listrik Bantuan Presiden
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.