Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bogor Kirim Pekerja ke Jepang

📅 Rabu, 20 Nov 2024, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Bogor Kirim Pekerja ke Jepang Doc: ANTARA/Shabrina Zakaria

BOGOR – Sebanyak dua puluh tenaga kerja dari Kota Bogor diberangkatkan ke Jepang dalam Program Specified Skilled Worker. “Pemberangkatan bekerja sama dengan Yayasan Indonesian-Japan Bussiness Network atau IJB Net,” tutur Kepala Disnaker Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, Selasa (19/11).

Menurutnya, program ini menjadi upaya Disnaker dalam memfasilitasi warganya dalam bidang kebutuhan tenaga kerja. Program ini, kata Sujatmiko, juga menjadi strategi mengatasi persoalan pengangguran Kota Bogor. Sebab, tingkat pengangguran kota hujan menjadi terbanyak ketiga di Provinsi Jawa Barat.

“Tugas kita memfasilitasi warga yang mau bekerja di dalam negeri melalui pelatihan-pelatihan,” ucapnya. Setelah merekrut tenaga bidang pertanian, kata Sujatmiko, Disnaker dan IJB Net akan merekrut lagi untuk bidang pengolahan makanan ke ­Jepang.

1732026458_efaaa3fc18ec4f27e3c0.jpg

Peresmian angkatan pertama kelas SSW Pertanian Yuime Jepang di Balai Kota Bogor, Selasa (19/11).

Menurutnya, model ini akan terus dilakukan. Sebab di sini ada logam, pangan, pengolahan pangan, dan perhotelan. Untuk tahap satu bidang pertanian. Tahap kedua lagi dibuka untuk bidang pengolahan makanan.

Direktur Eksekutif IJB Net, Solihin, menuturkan, sebelum diberangkatkan ke Jepang, para peserta dalam program ini akan menjalani pelatihan bahasa Jepang terlebih dulu di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor.

“Pelatihan estimasinya berjalan selama enam bulan. Namun bisa lebih cepat atau 3-4 bulan. Ini sesuai dengan kemampuan peserta. Setelah itu mereka akan diberangkatkan ke perusahaan pertanian di Jepang,” jelasnya.

Solihin menyebutkan, para peserta akan bekerja selama 5 tahun sesuai masa visa. Setelah masa selesai, mereka dapat melanjutkan atau memperpanjang masa kerja.

“Mereka juga bisa berjenjang karir di perusahaan tempat bekerja. Untuk lima tahun berikutnya, pekerja bisa mengajukan permanent visa seperti KTP Jepang, tapi paspornya tetap Indonesia,” katanya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.