Mentan: Daya Beli Petani Lampung Naik
Senin, 26 Okt 2026, 18:02 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Kementan
PRINGSEWU - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyebut kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai berdampak terhadap daya beli petani Lampung. Penurunan harga pupuk bersubsidi, kenaikan harga komoditas, dan penghentian impor singkong menjadi bagian dari kebijakan tersebut, di Pringsewu, Minggu (25/10).
Amran mengatakan harga pupuk bersubsidi turun sesuai arahan Presiden Prabowo. Pemerintah juga menghentikan impor singkong sehingga harga komoditas tersebut meningkat.
“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram,” ujar Amran.
Menurut Amran, Nilai Tukar Petani (NTP) kini mencapai 131,11 dan menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah. Ia menyebut capaian tersebut didukung kebijakan pemerintah serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
“Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah,” kata Amran.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan padi, jagung, dan singkong merupakan komoditas penting bagi masyarakat Lampung. Ia menyebut hampir 60 persen masyarakat Lampung berkaitan dengan ketiga komoditas tersebut.
”Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah, kemudian harga komoditas jadi ikut naik, padi naik, jagung naik, singkong naik,” ujar Rahmat.
Rahmat menyebut peningkatan konsumsi masyarakat terlihat dari bertambahnya pembelian kendaraan bermotor di Lampung. Data Pemerintah Provinsi Lampung mencatat kendaraan bermotor baru pada semester pertama 2026 mencapai 83.515 unit, meningkat 22,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pembelian kendaraan bermotor roda dua meningkat 19,90 persen, dari 62.464 unit menjadi 74.892 unit. Sementara itu, kendaraan roda empat meningkat dari 5.906 unit menjadi 7.213 unit berdasarkan penjumlahan kategori dalam data tersebut.
“Pembelian kendaraan di kabupaten-kabupaten pertanian meningkat. Kami juga melihat indikator konsumsi lain yang tumbuh. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah pertanian bergerak,” ujar Rahmat.
Rahmat juga menyebut Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera. Ia mengaitkan perkembangan tersebut dengan kebijakan pemerintah di sektor pertanian.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong hilirisasi singkong melalui pengembangan produk olahan, termasuk tepung modified cassava flour (mocaf). Rahmat menyampaikan rencana ekspor mocaf ke Amerika Serikat pada bulan berikutnya.
“Ini semua terjadi karena kebijakan Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas. Menjaga petani-petani kita semangat untuk melakukan hilirisasi,” ucap Rahmat.
Amran menegaskan pemerintah akan terus mendukung kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada petani. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk menyelesaikan persoalan petani.
“Kami mendukung apa yang dibutuhkan petani. Regulasi yang diperlukan untuk kepentingan dan keuntungan petani akan kami selesaikan,” kata dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!