Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Diajak untuk Berpartisipasi Melestarikan Cagar Budaya

📅 Kamis, 14 Nov 2024, 00:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Diajak untuk Berpartisipasi Melestarikan Cagar Budaya Doc: ANTARA/HO-Pemkot Jakut
Ket. Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf menyapa warga yang ada di Gereja Tugu di Jakarta Utara pada Rabu (13/11/2024).

Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara (Jakut) mengajak warga  untuk berpartisipasi melestarikan dan menjaga cagar budaya agar dapat dinikmati generasi mendatang.

"Peninggalan-peninggalan sejarah yang berharga ini selain harus dijaga juga harus dilestarikan,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf saat mengunjungi Gereja Tugu di Jakarta, Rabu.

Juaini mengatakan Gereja Tugu adalah salah satu peninggalan masyarakat Portugis yang hingga saat ini masih ada di Jakarta Utara yang harus dilestarikan.

"Tidak hanya masa lalunya yang unik, Gereja Tugu ini adalah salah satu warisan cagar budaya di Jakarta Utara yang harus dijaga keberadaannya," kata Juaini.

Ia menjelaskan berdasarkan keterangan para ahli sejarah Gereja Tugu dibangun sekitar tahun 1676-1678 dan dapat dikatakan sebagai salah satu Gereja tertua di Indonesia.

Selain bangunannya yang masih berdiri kokoh dan rapi, Gereja peninggalan Portugis juga masih memiliki komunitas masyarakat yang dikenal dengan orang Tugu atau orang Betawi Portugis.

Saat mengunjungi Gereja Tugu, Juaini juga berkesempatan melihat sungai dimana tempat beraktivitas warga tugu pada 200 tahun lalu, lonceng Gereja, komplek Pemakaman Kampung Tugu, dan menyaksikan persembahan Keroncong Tugu.

“Saya sangat mengapresiasi Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) yang berinisiatif memperkenalkan ibu-ibu PKK dan Darmawanita Jakarta Utara keberadaan destinasi wisata kebudayaan ini," dia.

Dirinya berharap ibu-ibu yang datang dapat juga menceritakan, memperkenalkan Gereja Tugu ke sanak saudaranya di tempat tinggal masing-masing.

"Jika perlu mereka diajak langsung ke Kampung Tugu ini, supaya dapat lebih merasakan sisi historis secara pribadi, dengan demikian keinginan untuk menjaga, melestarikan tentu lebih dalam lagi," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.