Menanti Data Inflasi AS Pekan Ini
Senin, 11 Nov 2024, 11:58 WIBJAKARTA â Sentimen eksternal, terutama data ekonomi Amerika Serikat (AS), diperkirakan masih domiÂnan mempengaruhi pergerakan rupiah.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede melihat penguatan rupiah pada akhir pekan lalu cenderung terÂbatas. Pekan ini, lanjutnya, pergerakan rupiah akan dipeÂngaruhi rilis data inflasi AS yang akan dijadikan petunjuk baru bagi investor melihat prospek pemotongan suku buÂnga pada 2025.
Karenanya, Josua memproyeksi kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, SeÂnin (11/11), bergerak di kisaran 15.600- 15.750 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Jumat (8/11) sore, ditutup menguat menguat 68 poin atau 0,43 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.672 rupiah per dollar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan peÂmangkasan suku bunga acuan AS membantu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS untuk sementara. RaÂpat dewan kebijakan bank sentral AS (The Fed) atau Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk meÂmangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,5-4,75 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.