Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Ponorogo Terima Bantuan LEWS untuk Antisipasi Longsor

📅 Minggu, 10 Nov 2024, 22:51 WIB | Oleh:
BPBD Ponorogo Terima Bantuan LEWS untuk Antisipasi Longsor Doc: Antara

1731253293_d7680af566f2c75b95a2.jpg

BPBD Kabupaten Ponorogo kembali menerima tambahan satu unit Landslide Early Warning System (LEWS) dari BPBD Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat sistem deteksi dini di area rawan longsor.

Dengan penambahan ini, total LEWS yang terpasang di Ponorogo menjadi 14 unit, tersebar di sejumlah titik berisiko tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, Minggu, mengungkapkan, perangkat LEWS terbaru ini akan dipasang di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, yang secara geografis rawan pergerakan tanah.

Menurut hasil pemetaan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Desa Ngrogung menunjukkan peningkatan potensi longsor, terutama setelah longsor besar pada 2022 yang menutup akses jalan Madiun-Ponorogo.

"Lokasi ini kembali dipantau karena ada tanda pergerakan tanah lambat yang berpotensi menimbulkan longsor," ujar Masun.

Menurut BPBD, 13 LEWS sebelumnya telah dipasang di sejumlah kecamatan rawan longsor, antara lain Ngebel, Pulung, Pudak, Sooko, Ngrayun, Sawoo, dan Slahung.

Daerah-daerah tersebut diprioritaskan karena karakteristik geologisnya rentan terhadap pergeseran tanah, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Setiap LEWS dipasang di lokasi yang strategis untuk memantau pergerakan tanah dan memberikan peringatan dini, terutama di desa-desa yang rawan bencana.

Pemasangan LEWS juga telah dilakukan di wilayah Pulung, yang mengalami longsor besar pada 2017 dan menelan banyak korban jiwa, sehingga mendorong peningkatan upaya mitigasi.

Masun menyebutkan, lokasi baru di Desa Ngrogung sudah melalui kajian teknis pada Oktober lalu oleh tim BPBD Provinsi Jawa Timur, yang mengamati tanda-tanda pergeseran tanah secara visual, seperti perubahan posisi pohon dan kemiringan lereng.

"Dengan tambahan LEWS ini, kami harap masyarakat di area berisiko bisa mendapat peringatan dini jika terjadi pergerakan tanah," lanjut Masun.

LEWS juga memungkinkan BPBD melakukan pemantauan lebih detail di musim hujan yang rawan bencana hidrometeorologi.

Masun menambahkan, pemasangan alat akan dilakukan dalam waktu dekat dan siap berfungsi penuh pada musim penghujan ini.

“Harapannya, alat ini memberikan peringatan yang tepat waktu sehingga masyarakat bisa segera mengambil tindakan pencegahan,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.