Rupiah Melemah Karena Investor Antisipasi Hasil Pilpres AS dan FOMC
Rabu, 06 Nov 2024, 16:20 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Rabu (6/11), ditutup melemah seiring pasar menunggu dan mengantisipasi hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) dan Federal Open Market Committee (FOMC) AS.
Pada akhir perdagangan Rabu (6/11) sore, rupiah melemah 84 poin atau 0,53 persen menjadi Rp15.833 per dollar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.749 per dollar AS.
âRupiah hari ini melemah dipengaruhi oleh faktor eksternal antisipasi hasil meeting the Fed besok waktu AS,â kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.
Pasar mengantisipasi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) AS untuk melihat arah suku bunga kebijakan AS ke depan.
Dari domestik, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 4,95 persen year on year pada triwulan III-2024, berada di bawah perkiraan pasar.
âPertumbuhan ekonomi di bawah 5 persen berdampak negatif terhadap rupiah dan ini berarti pertumbuhan ekonomi tidak pernah menjauh dari 5 persen yang berarti stagflasi yang panjang atau stagflasi sekuler,â ujarnya.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke level Rp15.840 per dollar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.766 per dollar AS.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bacitra Tak Lagi Gratis? Balikpapan Siapkan Rp17 Miliar untuk Kelola Sendiri
-
WALHI Gorontalo Dampingi Warga Bonepantai yang Menolak Tambang PT CBM.
-
10 Pemain dengan Penjualan Termahal Serie A Musim Panas 2026, Marco Palestra di Puncak
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
-
Pelemahan Nilai tukar rupiah
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Kemarau Ekstrem, Pemkot Jambi Distribusikan 1,9 Juta Liter Air Bersih untuk Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.