Kesepakatan Penanganan Pandemi Global Hampir Disetujui

Rabu, 06 Nov 2024, 00:40 WIB

JENEWA – Negara-negara berkumpul kembali pada hari Senin (4/11), dalam upaya untuk menyelesaikan perjanjian global tentang penanganan pandemi di masa depan, dengan momok mpox, Marburg, dan H5N1 menambah urgensi baru untuk menyegel kesepakatan.

Dikutip dari Medical Xpress, setelah lebih dari dua tahun perundingan, harapan tinggi untuk menyelesaikan kesepakatan paling lambat pada 15 November, meskipun inti dokumen, bagaimana cara berbagi patogen dan vaksin akan diselesaikan kemudian.

Ket. Foto: World Health Organization (WHO) — Sumber: FABRICE COFFRINI/AFP

Pada bulan Desember 2021, karena khawatir akan terulangnya kehancuran yang disebabkan oleh Covid-19 yang telah menewaskan jutaan orang, melumpuhkan sistem kesehatan, dan menghancurkan ekonomi, 194 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sepakat untuk menyusun kesepakatan tentang pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.

Munculnya jenis baru mpox, wabah virus Marburg yang mematikan di Rwanda, dan penyebaran flu burung H5N1 dalam beberapa bulan terakhir telah memberikan goncangan pada pembicaraan tersebut.

"Anda menghadapi tantangan untuk menyelesaikan pekerjaan Anda tepat waktu dan mencapai teks sekuat mungkin. Saya mendesak Anda untuk tidak membiarkan kesempurnaan menjadi musuh kebaikan," kata Direktur Jendral WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepada negosiator negara saat putaran pembicaraan dibuka.

Pembagian Patogen

Waktu tidak berpihak pada kita. Covid-19 masih beredar; mpox adalah keadaan darurat kesehatan global; kita mengalami wabah Marburg, dan penyebaran H5N1. Pandemi berikutnya tidak akan menunggu.

Menambah momentum, para menteri kesehatan G20 yang bertemu di Rio de Janeiro, Kamis lalu, menyuarakan dukungan untuk menyelesaikan perjanjian yang ambisius, berimbang, efektif dan sesuai tujuan, termasuk akses yang adil terhadap tindakan penanggulangan medis selama pandemi.

Banyak dari 37 artikel rancangan teks tersebut telah diselesaikan selama 11 putaran perundingan sebelumnya.

Bagian utama yang menonjol berkisar pada pembagian patogen yang terdeteksi di suatu negara, kemudian vaksin serta produk pemberantasan pandemi lainnya yang berasal dari pengetahuan tersebut.

Hal ini telah berubah menjadi pertikaian antara negara-negara kaya dengan sektor farmasi utama, dan negara-negara miskin yang merasa tersisih selama pandemi Covid-19.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.