Wamensos Sebut Instrumen untuk Makan Bergizi Gratis Sudah Kuat
Selasa, 05 Nov 2024, 00:59 WIBJakarta - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyatakan Indonesia sudah memiliki instrumen yang kuat untuk program makan bergizi gratis yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Agus dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin, untuk merespons masukan dari masyarakat tentang ruang lingkup makan bergizi gratis yang dianggap masih belum jelas.
âKalau soal ruang lingkup, negara kita juga punya instrumen atau perangkat yang bisa mengurus makanan bergizi gratis tersebut. Bahkan, negara-negara lain yang rakyatnya banyak juga mampu, seperti Tiongkok dan India. Kita jangan pesimis untuk kebesaran bangsa dan generasi kita yang unggul,â katanya.
Agus menjelaskan, filosofi paling penting dari program makan bergizi gratis yakni untuk menyiapkan generasi unggul melalui pemberian makanan yang penuh nutrisi bagi para generasi muda.
âFilosofinya (makan bergizi gratis) agar generasi muda kita harus sehat dan unggul. Artinya, menjadi tanggung jawab negara untuk menyiapkan generasi unggul tersebut, jadi unsur nutrisi yang mereka konsumsi menjadi penting, yang mempengaruhi secara fisik, pikiran, dari generasi-generasi yang akan kita persiapkan menjadi generasi yang hebat,â ujar dia.
Ia menegaskan, dari berbagai macam penelitian, dukungan makanan bergizi gratis tersebut bisa meningkatkan tinggi badan pada laki-laki dan perempuan.
âMakan bergizi gratis ini program prioritas dan mendesak yang harus segera diwujudkan agar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah mendapatkan nutrisi yang memadai,â ucapnya.
Ia mengemukakan, meski Kemensos belum mendapatkan perintah akan dilibatkan dalam program makan bergizi gratis, namun pihaknya siap apabila dibutuhkan, mengingat selama ini Kemensos juga memiliki program permakanan yang ditujukan untuk para lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
âKita memberikan makanan gratis kepada ibu-ibu lansia yang umurnya di atas 75 tahun dan disabilitas. Untuk lansia saja 100 ribu, dan itu sehari kita kasih makan dua kali, pagi dan siang, yang menyediakan kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat itu tugasnya menyediakan makanan, memasak, termasuk mengantarkan makanan,â tuturnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tradisi Tumpengan Diusulkan Jadi Kekayaan Intelektual Gastronomi Nasional
-
Program Makan Bergizi Gratis di Papua Barat Daya Belum Merata, Dua Daerah Masih Tertunda
-
Mudik Lebaran 2026: Terpadu, Aman, dan Efisien Berkat Koordinasi Semua Pihak
-
Indonesia Masters 2026: Sebanyak 16 Wakil Indonesia dari Lima Sektor ke Babak Kedua
-
Catat Tanggalnya! Jadwal 7 Kereta di Daop 5 Bergeser
-
MBG Ciptakan 600 Ribu Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Lokal
-
SGC Dorong Petani Lampung Bangkit dengan Skema Kemitraan Tebu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.