Rawan Melemah Lanjutan
Selasa, 05 Nov 2024, 10:23 WIBJAKARTA - Invenstor diperkirkan menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi nasional dan perkembangan politik dan perekonomian di Amerika Serikat (AS).
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede melihat investor menantikan data produk domestik bruto (PDB) naÂsional pada kuartal III-2024 dengan ekspektasi melambat. Selain itu, mereka juga menantikan menunggu hasil dari PeÂmilu AS pada 5 November dan rapat dewan kebijakan bank sentral The Fed (FOMC) pada 6-7 November mendatang.
Josua memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (5/11), bergerak melemah terbatas di kisaran 15.725 â 15.825 ruÂpiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Senin (4/11) sore, ditutup melemah 21 poin atau 0,13 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.753 rupiah per dollar AS. Pelemahan seiring Purchasing ManÂagerâs Index (PMI) Manufaktur Indonesia masih berada di level kontraksi.
âPasar merespons negatif terhadap rilis data Purchasing Managers Indeks Manufaktur Indonesia pada Oktober 2024 masih berada di level kontraksi 49,2 sama seperti bulan seÂbelumnya,â kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi di Jakarta.
Menurut Ibrahim, PMI manufaktur tersebut telah menunÂjukkan kontraksi sejak Juli 2024, dimulai dari level 49,3, dan menurun lebih jauh ke 48,9 pada Agustus.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Meski Resilien, Ruang Fiskal APBN Mulai Hadapi Tekanan
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Serunya Main Bareng Tanpa Gawai di Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.