- Home
-
- Megapolitan
-
- Kemenkes Waspadai Wabah Ca...
Kemenkes Waspadai Wabah Cacar Air Tangsel
Kamis, 31 Okt 2024, 02:49 WIBTANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini mewasdai wabah cacar air yang melanda masyarakat setempat. Sedangkan Kementerian Kesehatan segera menerbitkan Surat Edaran (SE) Kewaspadaan Penyakit Cacar Air (Varicella) dan Gondongan (Mumps).
Langkah ini diambil menyusul wabah cacar air di SMPN 8 Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (30/10), Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyebutkan SE tersebut akan diterbitkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes.
Nantinya, SE ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan provinsi, kabupaten, kota, rumah sakit, dan Puskesmas seluruh Indonesia. Aji menjelaskan, fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, dan rumah sakit diimbau agar terus memantau.
Dia juga minta agar mereka mengadakan surveilans secara ketat dan berjenjang. Ini mulai dari kepada dinkes kabupaten/kota, provinsi, serta kepada Dirjen P2P.
Ini bisa dilakukan Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) maupun laporan Surveilans Berbasis Kejadian/Event Based Surveillance (EBS) di aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini & Respon (SKDR).
"Fasyankes agar terus memperkuat kewaspadaan dan diseminasi informasi kepada masyarakat terkait penyakit cacar air dan gondongan dalam upaya pencegahan serta mengendalikan," tandas Aji.
Dia pun mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan mencuci tangan dengan sabun dalam air mengalir. Jangan berbagi peralatan mandi atau makan dengan penderita. Kemudian, menerapkan etika batuk seperti menutup mulut dan hidung dengan tisu.
Isolasi Mandiri
Jika anak-anak usia sekolah mengalami gejala Mumps atau gondongan maupun Varicella atau cacar air, maka segera isolasi mandiri di rumah. Dia diminta melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di rumah sampai sembuh.
Sebelumnya, dikabarkan puluhan siswa SMPN 8 Tangsel terkena cacar air. Maka, sekolah tersebut menerapkan pembelajaran jarah jauh selama dua pekan guna mencegah penularan lebih lanjut. Dengan kata lain, lockdown dilakukan selama 14 hari.
Wabah cacar air dan gondongan awalnya berasal dari salah seorang siswa yang sedang menjalani Ujian Tengah Semester (UTS). Diduga darinya, maka anak-anak lain banyak tertular. "Siswa yang belum sembuh masih 15," tutur Kepala SMP 8, Muslih. Dia memastikan bahwa 15 anak tersebut terkena cacar air. Mereka isolasi di rumah.
Menurut Muslih, pembelajaran jarak jauh dimulai 17 Oktober dan akan kembali belajar di sekolah mulai hari ini, Kamis (31/10). "Saya harap pelajar yang sakit cacar sudah sembuh semua," tandas Muslih.
Penyakit cacar (chicken pox) termasuk penyakit menular. Sumbernya dari virus varicella-zoster. Kalau banyak orang sering berkumpul seperti sekolah, virus ini mudah sekali menyebar. Sebab dengan banyak orang, pasien tentu mudah kontak fisik. wid/Ant/G-1
Berita Terkait:
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 734 Orang, 2.498 Masih Hilang Usai Gletser Runtuh
-
2 Bulan Antrean Berular di SPBU, Pertamina Sulawesi Bongkar Biang Kerok dan Gandeng Satgas
-
Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan Digelar di Balai Karantina
-
No Na akan Rilis Album Perdana “Island Girl” pada September 2026
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
-
Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.