• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pusat Beberapa Lembaga Dun...

Pusat Beberapa Lembaga Dunia

Rabu, 30 Okt 2024, 06:25 WIB

Tahun-tahun antarperang (antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II) memperkuat citra Swiss yang netral dan mendunia. Misalnya, kota-kota Swiss seperti Lausanne menjadi tuan rumah negosiasi perjanjian penting seperti yang mengakhiri Perang Yunani-Turki pada tahun 1923.

Jenewa juga menjadi markas besar cikal bakal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu Liga Bangsa-Bangsa, pada bulan November 1920. Status netral Swiss dan inisiatif perdamaian internasional antara perang ini tidak mencegah negara tersebut menjadi sasaran potensial selama Perang Dunia II.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Namun, komandan tentara Jenderal Henri Guisan bertekad untuk mempertahankan kenetralan Swiss. Pada bulan Juni 1940, kedaulatan dan kenetralan Swiss tampak dalam bahaya besar. Misalnya, masuknya Fasis Italia ke dalam perang dan penaklukan Nazi Jerman atas Prancis berarti bahwa negara itu sekarang hampir dikelilingi oleh Blok Poros.

Menurut Regula Ludi, pada bulan Juli 1940, Guisan mengumpulkan perwira tinggi Swiss dalam sebuah upacara yang sangat terkoreografi di padang rumput Rütli di Swiss bagian tengah. Rütli adalah tempat dalam cerita rakyat Swiss tempat Konfederasi Swiss pertama lahir pada abad ketiga belas.

Di Rütli, Guisan menyatakan niatnya untuk membela negara jika terjadi serangan. Simbolismenya jelas: komandan Swiss mengumumkan tekadnya untuk menyelamatkan Swiss dari penjajah asing di tempat yang sama di mana sejarah negara itu dimulai.

Deklarasi Guisan menjadikannya pahlawan nasional. Rencananya, yang dikenal sebagai réduit nasional, menyerukan untuk memusatkan lebih dari 400.000 pasukan Swiss ke posisi yang tak tertembus jauh di dalam Pegunungan Alpen.

Namun, upaya Jenderal Guisan tidak sepenuhnya mengisolasi Swiss dari kekerasan dan kehancuran Perang Dunia II.

Selain itu, perang tersebut menimbulkan banyak kontroversi mengenai kenetralan Swiss. Memang, menjelang akhir perang, kenetralan Swiss menjadi isu diplomatik besar bagi negara tersebut. Regula Ludi menjelaskan bahwa Swiss mengabaikan peringatan Sekutu tentang penjarahan Nazi sejak tahun 1942. Yang lebih merusak, menurut Ludi, adalah penolakan Swiss untuk memutuskan hubungan dengan Nazi Jerman bahkan setelah negara tersebut tidak lagi menjadi ancaman militer bagi Swiss. Namun, kontroversi masa perang yang paling bertahan lama melibatkan sejauh mana kerja sama Swiss dengan Nazi Jerman.

Penolakan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Nazi hanya membuka pertanyaan tambahan secara internasional tentang peran Swiss dalam Perang Dunia II. Seperti yang ditunjukkan Ludi, hasilnya merusak bank-bank Swiss dan citra negara itu sebagai kekuatan netral.

"Pengungkapan lebih lanjut mencakup sejauh mana otoritas Swiss selama perang menyembunyikan informasi yang mereka anggap akan kontroversial di dalam negeri, termasuk laporan tentang kekejaman Nazi," kata Dale Pappas, seorang doktor di bidang sejarah Eropa modern

Memang, Swiss menjadi pusat organisasi internasional seperti yang terjadi pada beberapa dekade sebelumnya. Misalnya, salah satu dari empat kantor utama PBB kini berada di Jenewa. Gedung PBB di sana adalah bekas markas besar Liga Bangsa-Bangsa. Ludi menunjukkan bahwa sejarah netralitas dan kemakmuran ekonomi Swiss memunculkan mitos Sonderfall Schweiz atau kasus khusus Swiss. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.