Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gen Z Harus Gerakkan Ekonomi Bangsa

📅 Senin, 28 Okt 2024, 23:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Gen Z Harus Gerakkan Ekonomi Bangsa Doc: ISTIMEWA
Ket. Generasi Z (Gen Z) bakal memainkan peran vital sebagai mayoritas angkatan kerja produktif

JAKARTA - Indonesia diprediksi akan mencapai puncak bonus demografi pada 2045 dengan Generasi Z (Gen Z) bakal memainkan peran vital sebagai mayoritas angkatan kerja produktif yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi bangsa ke depannya. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat berperan penting dalam mendorong potensi Gen Z.

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmadi Tawalla, mengatakan penyiapan Gen Z yang kompeten ini merupakan tanggung jawab seluruh pihak, tak hanya pemerintah, tetap juga masyarakat.

"Ini yang perlu menjadi tanggung jawab kita bersama seluruh elemen bangsa untuk senantiasa hadir dalam mempersiapkan anak-anak Indonesia dalam mengarungi masa depan nanti. Karena tantangannya mungkin saja akan lebih berat, tapi bersama-sama kita akan mencoba untuk menghadapi tantangan tersebut," ujarnya dalam Dialog FMB9 yang mengangkat tema Kaum Muda Menyongsong Indonesia Emas, Senin (28/10).

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektoral yang diatur dalam peraturan presiden tentang koordinasi lintas sektoral dalam memberikan pelayanan kepemudaan menjadi penting. Sinergi ini juga mencakup berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan pemberdayaan ekonomi.

Terlebih lagi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pemuda Indonesia kini menguasai sekitar 62 persen dari total struktur kependudukan. Kondisi ini membuat mereka menjadi potensi kekuatan utama dalam menggerakkan roda masa depan bangsa.

Namun, dominasi jumlah saja tak cukup. Menurut Dzulfikar, anak-anak muda Indonesia perlu dibekali dengan berbagai kemampuan inti, seperti kesiapan pendidikan yang kuat, pengetahuan yang relevan, keterampilan yang sesuai, serta jejaring yang luas untuk mendukung perkembangan mereka.

Menurutnya, saat ini generasi muda tidak hanya dipandang sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai produsen. Gen Z, yang dikenal sebagai digital native, memiliki kreativitas dan inovasi tinggi, serta respons yang cepat terhadap perubahan zaman.

"Kita perlu menaruh kepercayaan penuh pada generasi muda. Kepercayaan ini tak berdiri sendiri, mereka tetap membutuhkan pendampingan yang bijak dan dukungan yang konsisten agar mereka selalu berada di jalur yang benar dan mampu memaksimalkan potensi mereka demi masa depan bangsa," imbuh dia.

Fondasi Karakter

Analis Kebijakan Ahli Utama Deputi bidang Pengembangan Pemuda di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Imam Gunawan, melihat tantangan Gen Z tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga kesehatan mental dan sikap sosial. Oleh karena itu, pihaknya telah merancang berbagai program pengembangan karakter dan keterampilan bagi Gen Z sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang berdaya.

"Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menjadi landasan kebijakan pemerintah dalam pengembangan karakter dan keterampilan pemuda. Program-program tersebut tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup pelatihan kewirausahaan, vokasi, dan peningkatan partisipasi sosial," paparnya.

Ia menambahkan bahwa konsep pentahelix, yang melibatkan pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, dan media, harus diterapkan dalam semua program pengembangan pemuda. Pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas ini memungkinkan Gen Z untuk berperan aktif dalam mengembangkan dirinya dan lingkungan sekitar.

Kemenpora, misalnya, telah menginisiasi program-program berbasis kelompok sebaya (peer group) untuk menanamkan nilai-nilai positif, seperti gotong royong, dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, para pemuda diberdayakan untuk mendesain kegiatan mereka sendiri, dengan dukungan dari pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

54 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.