Penguin Random House Larang Penggunaan Buku untuk Latih Kecerdasan Buatan

Minggu, 27 Okt 2024, 14:38 WIB

Penguin Random House, penerbit besar, telah mengambil langkah signifikan dengan menambahkan pernyataan baru di halaman hak cipta buku-bukunya untuk melarang penggunaan materi tersebut dalam pelatihan kecerdasan buatan (AI). Dilansir dari Tech Crunch, buku-buku baru serta cetakan ulang dari judul-judul lama kini akan mencantumkan pernyataan yang menyatakan, "Tidak ada bagian dari buku ini yang boleh digunakan atau diperbanyak dengan cara apa pun untuk tujuan pelatihan teknologi atau sistem kecerdasan buatan."

Langkah ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin berkembang di kalangan penerbit mengenai penggunaan materi berhak cipta untuk melatih model AI. Saat ini, isu ini tengah diperdebatkan di berbagai pengadilan dalam serangkaian gugatan hukum yang melibatkan banyak penerbit dan perusahaan teknologi. Dengan pembaruan ini, Penguin Random House menjadi penerbit besar pertama yang memperbarui halaman hak cipta untuk mencerminkan kekhawatiran baru ini.

Ket. Foto: Penguin Random House — Sumber: Hiroko Masuike/The New York Times

Namun, penting untuk dicatat bahwa langkah ini bukan berarti Penguin Random House sepenuhnya menolak penggunaan AI dalam dunia penerbitan. Pada bulan Agustus, perusahaan ini menguraikan pendekatan awalnya terhadap AI generatif. Mereka menegaskan komitmen untuk melindungi kekayaan intelektual yang dimiliki oleh penulis dan seniman dengan tegas,sekaligus menjanjikan untuk menggunakan alat AI generatif dengan selektif dan bertanggung jawab, di mana mereka melihat kasus yang jelas bahwa alat tersebut dapat membantu mencapai tujuan mereka

Kebijakan ini menunjukkan bahwa meskipun penerbit berusaha melindungi karya-karya yang dilindungi hak cipta, mereka juga menyadari potensi AI untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas dalam proses penerbitan. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi AI telah semakin berkembang dan mulai diterapkan di berbagai industri, termasuk penerbitan. Banyak penerbit yang mulai mempertimbangkan bagaimana AI dapat digunakan untuk mempercepat proses pengeditan, penulisan, dan bahkan pemasaran buku.

Namun, dengan potensi tersebut datang juga tantangan, terutama dalam hal etika dan hak cipta. Beberapa penulis dan penerbit khawatir bahwa penggunaan materi berhak cipta tanpa izin dapat merugikan mereka secara finansial dan kreatif. Oleh karena itu, langkah Penguin Random House untuk memperjelas posisinya mengenai penggunaan AI adalah tindakan yang sangat relevan di tengah kontroversi yang sedang berlangsung.

Pengumuman ini menyoroti perubahan besar yang sedang terjadi di industri penerbitan, di mana penerbit harus menemukan keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak cipta. Dengan memasukkan pernyataan baru ini, Penguin Random House tidak hanya berusaha melindungi karya-karya mereka, tetapi juga berkontribusi pada diskusi yang lebih luas mengenai penggunaan AI dalam industri kreatif.

Kedepannya, langkah ini mungkin akan mendorong penerbit lain untuk mengikuti jejak yang sama, menciptakan standar baru dalam cara materi berhak cipta diperlakukan dalam konteks teknologi yang terus berkembang. Dalam era di mana AI semakin berperan penting, penerbit dan penulis harus terus beradaptasi dan mencari cara untuk memanfaatkan teknologi tanpa mengorbankan hak dan kepentingan mereka.

Dengan langkah-langkah seperti ini, Penguin Random House menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan masa depan sambil tetap menghargai dan melindungi karya-karya kreatif yang telah dihasilkan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

Berita Terbaru

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.