Kedaulatan Pangan Jangan Setengah Hati

Selasa, 22 Okt 2024, 22:03 WIB

JAKARTA - Pemerintahan baru diharapkan serius mengurangi kebergantungan pada impor pangan. Dua tahun terakhir, impor beras melonjak dan bahkan salah satu terbesar dalam sejarah.

Anggota DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai salah satu agenda prioritas pemerintah. Dengan dukungan sumber daya alam melimpah, Indonesia semestinya bisa memproduksi pangan sendiri.

Ket. Foto: Regenerasi Petani I Petani merontokan padi saat panen di kawasan pertanian Laladon, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/10). Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mendukung pendanaan program Regenerasi Petani di Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan bantuan dana sebesar 7,5-8 miliar rupiah per proyek. — Sumber: ANTARA/Yulius Satria Wijaya

"Saya menggarisbawahi pentingnya swasembada pangan. Indonesia harus mampu memproduksi kebutuhan pokok sendiri, sehingga tidak tergantung pada impor," tegas Politisi Fraksi PAN itu di Jakarta, Selasa (22/10).

Secara terpisah, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengungkapkan impor pangan setiap tahunnya masih tinggi. Bahkah, pada 2023, impor beras mencapai 3,06 juta ton atau rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Lonjakan serupa juga diperkirkan terjadi tahun ini. "Impor beras pada 2024 diperkirakan akan lebih tinggi lagi," tegas Anthony.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah perlu bekerja ekstra keras untuk menekan kebergantungan impor pangan serta tidak mengesampingkan perbaikan kesejahteraan petani.

Untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi harusnya tidak terlalu sulit, asal pemerintah mau sungguh-sungguh menanganinya. Karena, produktivitas padi Indonesia saat ini jauh lebih rendah dibandingkan Vietnam, apalagi Tiongkok.

"Produktivitas padi Vietnam dan Tiongkok paling tidak 20 persen dan 40 persen lebih tinggi dari Indonesia," ujarnya.

Data Foreign Agricultural Services Kementerian Pertanian Amerika Serikat (FAS USDA) menunjukkan produktivitas padi tahun produksi 2023/2024 di Indonesia hanya mencapai 4,8 ton per hektare (ha). Sedangkan produktivitas padi Vietnam dan Tiongkok masing-masing mencapai 6,1 ton dan 7,1 ton per hektar, atau 27 persen dan 48 persen lebih tinggi dari Indonesia.

Kenaikan produktivitas padi, lanjutnya, pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara instan, meningkatkan daya beli petani, sehingga nantinya membuat pertumbuhan ekonomi melonjak.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, bersama Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, kembali melanjutkan amanah sebagai Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Pertanian dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029. Mentan Amran mengungkapkan saat ini merupakan momentum emas untuk menjalankan program Kementerian Pertanian yang berkelanjutan.

Prioritaskan Swasembada

Dalam pidato perdananya setelah dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto menekankan ketahanan dan swasembada pangan adalah prioritas utama pemerintah. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan dan kemandirian bangsa di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.