Kemenkes Luncurkan Pedoman Kerja Baru bagi Puskesmas

Sabtu, 19 Okt 2024, 03:05 WIB

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan pedoman kerja puskesmas yang baru, sebagai upaya untuk mengikuti perubahan demografi, epidemiologi, serta perkembangan teknologi, di Indonesia dalam pemberian pelayanan primer. Dengan pedoman baru tersebut kini menjadi enam jilid.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan revitalisasi puskesmas penting mengingat perubahan penduduk Indonesia serta teknologi. Menkes menjelaskan empat buku pertama diciptakan pada 1974 dan direvisi sekitar tahun 1990 atau 1991.

Ket. Foto: Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. — Sumber: ISTIMEWA

"Itu didesain 50 tahun yang lalu, di tahun 1974. Karena pada saat itu populasinya kita muda. Sekarang populasi kita menua. Itu sebabnya pedoman kerja puskesmas dengan ILP (Integrasi Layanan Primer) ini mesti disesuaikan. Bukan diubah, disesuaikan karena profil demografinya berubah, profil epidemiologinya berubah," kata Menkes dalam siaran persnya, Jumat (18/10).

Adapun pada era itu, kata dia, lebih banyak balita yang dibawa ke puskesmas, sementara sekarang jumlah lansia yang datang untuk pelayanan di puskesmas lebih banyak.

Menkes mengatakan banyak program puskesmas untuk balita dan ibu hamil, seperti penimbangan bayi, pencatatan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, namun tidak demikian dengan program untuk para lansia.

"Dulu banyak balita, ibu hamil. Sekarang banyak lansia-lansia seperti saya. Jadi tolong buatlah program-program buat lansia, seperti saya. Skriningnya apa, kalau darah tinggi kasih obat gratis lah sama puskesmas. Suruh olah raga yang banyak, supaya perutnya tidak gemuk, supaya tidak diabetes," kata Menkes Budi.

Menurutnya, gaya hidup sehat semacam itu perlu diajarkan puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan primer supaya masyarakat tetap hidup sehat. Dalam kesempatan itu dia berharap bahwa inisiatif tersebut dapat menaikkan angka harapan hidup Indonesia, dari 72 tahun menjadi 80 tahun.

Dia juga menyebutkan penyesuaian ini juga merefleksikan perkembangan teknologi dan orientasi promotif dan preventif dalam pemberian pelayanan primer, contohnya ketika dulu memakai dacin untuk mengukur berat, kini memakai antropometri. Demikian pula pemeriksaan dengan stetoskop, ujarnya, dimana kini ada USG untuk tujuan itu.

Adapun pedoman kerja puskesmas terdiri dari lima klaster yang pertama manajemen, kedua kesehatan Ibu dan anak, ketiga kesehatan dewasa dan lanjut usia, keempat penanggulangan penyakit menular dan lesehatan lingkungan, kemudian kelima pedoman lintas klaster, serta satu pedoman kerja puskesmas pembantu (pustu).

Ekosistem Radiofarmaka

Menkes juga mengajak sektor swasta untuk membangun ekosistem radiofarmaka. Menurutnya, keterlibatan swasta penting untuk meningkatkan layanan pengobatan penyakit kanker. "Radioterapi adalah sebuah ekosistem. Tolong bantu kami untuk mewujudkan ekosistem ini secepat mungkin," ujar Menkes.

Dia menyesalkan bahwa sebelumnya hanya terdapat tiga lokasi yang menyediakan layanan PET Scan menggunakan radiofarmaka. Padahal, alat tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk pencegahan dan pengobatan kanker. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.