Martin Hindari Kesalahan di MotoGP Australia

Jumat, 18 Okt 2024, 06:47 WIB

PHILLIP ISLAND - Pemimpin klasemen Jorge Martin, menyatakan bahwa prioritas utamanya di MotoGP Australia menjalani akhir pekan tanpa kesalahan. Martin akan berupaya menjaga jarak dari pesaing terdekatnya, Francesco Bagnaia.

Martin, pembalap tim Pramac asal Spanyol yang sedang memburu gelar dunia pertamanya, tiba di balapan MotoGP Jepang dua pekan lalu dengan keunggulan 21 poin atas juara bertahan, Bagnaia. Namun, pembalap Ducati Bagnaia memenangkan sprint dan grand prix di Jepang.

Ket. Foto: Pembalap Prima Pramac Racing asal Spanyol Jorge Martin menghadiri konferensi pers jelang MotoGP Australia di Philip Island, Jumat (18/10). — Sumber: Paul CROCK / AFP

Dia memperkecil selisih menjadi hanya 10 poin, menjaga persaingan tetap panas dengan empat balapan tersisa. "Ini akan menjadi akhir pekan yang sangat menantang," katanya.

Terpenting tiba di Valencia (balapan penutup musim) dengan masih memiliki peluang. Ada tiga balapan sebelum itu. Jika melakukan kesalahan, akan menjadi bencana. Dia akan mencoba tetap fokus dan kompetitif.

Martin finis kedua di MotoGP Jepang, meski start dari posisi ke-11. Dia menempati urutan keempat dalam balapan sprint. Segala kemungkinan bisa terjadi di sirkuit Phillip Island, tepi pantai. Para pembalap sering menghadapi cuaca yang sulit diprediksi di trek yang sukar ditaklukan.

Permukaan trek baru tahun ini bisa semakin menyulitkan. Ini membuat pemilihan ban menjadi sangat penting. Tahun lalu, grand prix diadakan sehari lebih awal karena ramalan angin kencang. Balapan sprint 13 lap dipindahkan ke hari Minggu.

Sprint tersebut akhirnya dibatalkan satu jam sebelum dimulai karena lintasan basah dan angin kencang hingga kecepatan 80 kilometer per jam. Kondisi cuaca buruk kembali diperkirakan tahun ini.

"Jumat kemungkinan hujan. Sabtu kemungkinan angin kencang. Minggu kemungkinan baik, tapi dingin," tutur Bagnaia. Seperti biasa, Phillip Island selalu sulit dipahami. Bagnaia tahun lalu dikalahkan di lap terakhir oleh Johann Zarco, asal Prancis.

Baik Bagnaia maupun Martin belum pernah menang di Australia. Bagnaia menyatakan bahwa fokus utamanya adalah klasemen, bukan kemenangan di Australia. "Kami harus memikirkan klasemen dan mencoba memberikan yang terbaik tanpa mengambil risiko berlebihan," harap Bagnaia. Di Phillip Island, jika mengambil risiko, bisa fatal.

Meski puncak klasemen praktis menjadi pertarungan dua arah antara Martin dan Bagnaia, Enea Bastianini dari Ducati dan Marc Marquez yang menang empat kali di Phillip Island, masih berpeluang.

Bastianini tertinggal 69 poin. Dia hanya dua poin di depan Marquez dari tim Gresini. Keduanya memerlukan finis podium akhir pekan ini agar tetap bersaing.

Menurut Marquez, jika semuanya sempurna bisa bersaing. Tapi dia tidak memiliki kapasitas untuk mengejar jika lawan sudah menjauh. Dia mengajak melihat apakah bisa kembali tampil baik di kualifikasi. Marquez belum melakukannya sejak Aragon ( bulan September) dan ketika start di barisan depan, semuanya berubah. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.