Tangkal Politik SARA dan Hoaks, Bawaslu Bengkayang Gandeng Ormas

Kamis, 17 Okt 2024, 17:02 WIB

BENGKAYANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat menggandeng sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang ada di Kabupaten Bengkayang untuk menangkal politisasi SARA, ujaran kebencian dan berita hoaks dalam pelaksanaan pilkada serentak.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Bengkayang, Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Landung Atmanto menyatakan, potensi polarisasi masyarakat sangat rentan terjadi akibat adanya isu SARA, hoaks dan ujaran kebencian yang ditransmisikan melalui media sosial. Oleh karena itu, penting membangun komunikasi dan kolaborasi dengan banyak pihak dalam menangkal isu-isu tersebut.

"Aktor penyebaran kampanye SARA, hoaks, dan ujaran kebencian sangat sulit ditindak secara hukum karena sulit membuktikan afiliasi terhadap partai politik atau kandidat tertentu. Oleh karena itu, salah satu cara yang paling efektif dalam memerangi isu SARA, hoaks, dan ujaran kebencian adalah dengan countering," kata Landung dalam sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif "Menangkal politisasi SARA, ujaran kebencian dan hoaks" di Bengkayang, Kamis.

Dalam memerangi isu SARA, hoaks, ujaran kebencian beberapa langkah yang akan dilakukan Bawaslu seperti kolaborasi dengan banyak pihak yakni tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, media dan juga pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu juga membentuk komunitas penjaga, satgas yang terdiri dari Kemenkominfo, platform media sosial, penyelenggara pemilu dan komunitas masyarakat lainnya yang bertujuan melawan penggunaan SARA, hoaksdan ujaran kebencian di media sosial.

"Kolaborasi ini untuk membentuk bank data atau pusat informasi yang berisikan informasi terpercaya guna melawan isi SARA , hoaks dan ujaran kebencian pada pilkada serentak terkhusus di Bengkayang," katanya.

Ia mengatakan, kolaborasi yang dibangun Bawaslu ini untuk memberikan edukasi kepada pemilih dan masyarakat secara masif dan intensif dengan bersama-sama mengampanyekan bahaya penggunaan isu SARA, hoaks dan ujaran kebencian di media sosial terhadap keutuhan NKRI juga mengancam ketidakstabilan Kamtibmas pilkada.

"Kami juga mengajak kita semua untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif secara intensif untuk mencegah potensi maupun embrio berkembangnya politisasi SARA, hoaks dan ujaran kebencian di media sosial," ujarnya.

Komisioner Bawaslu Kalimantan Barat, Yosef Harry Suyadi menambahkan, sarana kampanye yang lebih sering digunakan pada era sekarang adalah sarana media sosial, sehingga kampanye yang bermuatan SARA, hoaks dan ujaran kebencian di media sosial adalah strategi kampanye yang berpotensi besar melahirkan kekerasan dan konflik antar masyarakat di dunia nyata.

Karena itu, ia menambahkan, penting mengupayakan tindakan pencegahan agar masyarakat tidak gampang terhasut oleh isu politisasi SARA, melakukan ujaran kebencian maupun menyebar berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sumber maupun kebenarannya.

"Bawaslu sebagai Lembaga yang diberikan mandatmelakukan tugas pengawasan, juga melaksanakan fungsi pencegahan serta penindakan dalam rangka penegakan keadilan pemilu. Dalam konteks pencegahan Bawaslu melakukan kegiatan sosialisasi, pendidikan demokrasi, memberikan literasi positif, memberikan imbauan-imbauan melalui berbagai media, antara lain melalui pembelajaran tatap muka, melalui flyer atau informasi di media sosial, website, surat imbauan, iklan layanan masyarakat, dan media lainnya," katanya.

Namun Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri, maka dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Bawaslu telah memiliki program pengawasan partisipatif sejak tahun 2017. Pengawasan partisipatif ini bertujuan untuk melibatkan seluruh masyarakat agar turut aktif dalam melakukan pengawasan terhadap proses tahapan pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah demi terciptanya penyelenggaraan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

"Bengkayang sebagai kabupaten pluralisme yang memiliki beragam agama, etnis, adat istiadat dan budaya saya harap dari kegiatan ini kabupaten Bengkayang menjadi icon kota paling demokrasi di Kalbar. Mari wujudkan pilkada yang berkualitas di Bengkayang dan membangun pilkada yang berintegritas," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.