Perluas Cakupan Fortifikasi Pangan

Kamis, 17 Okt 2024, 22:48 WIB

JAKARTA - Pemerintah mendorong fortifikasi sebagai salah satu upaya mengatasi kekurangan gizi dan malanutrisi. Pemerhati pangan berharap cakupan fortifikasi pangan ini diperluas, bukan hanya dibicarakan karena momentum Hari Pangan Sedunia (HPS) saja yang jatuh setiap 16 Oktober. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan upaya menjaga ketersediaan pangan harus dibarengi dengan perbaikan kualitas gizi masyarakat.

"Hari Pangan Sedunia (HPS) yang baru saja kita peringati pada 16 Oktober, menjadi momentum yang baik bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan inisiatif untuk membangun ketahanan pangan yang lebih baik. Upaya perbaikan gizi masyarakat, misalnya melalui fortifikasi, ini selaras dengan upaya mewujudkan hak atas pangan untuk hidup lebih baik, sesuai tema yang diusung pada peringatan HPS tahun ini," ujar Arief di Jakarta, Kamis (17/10).

Ket. Foto: Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. — Sumber: ISTIMEWA

Stunting menjadi salah satu bentuk malanutrisi kronis yang masih terus membutuhkan perhatian pemerintah. Melalui upaya fortifikasi turut mendukung perbaikan gizi yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan stunting. Fortifikasi pangan atau pengayaan adalah proses penambahan mikronutrien, seperti vitamin dan unsur renik esensial pada makanan, antara lain susu, roti, yogurt, minuman sari buah, sereal sarapan, garam, minyak goreng, tepung, dan lain-lainnya.

"Kami di Bapanas telah menyusun Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kernel beras fortifikasi dan akan melanjutkan dengan penyusunan SNI beras fortifikasi. Ini akan menjadi acuan, baik untuk produksi sukarela maupun program bantuan pangan yang diberikan oleh pemerintah," ujar Arief. Dia berharap penerapan standar ini akan mempermudah para pemangku kepentingan dalam mengembangkan dan mengadopsi fortifikasi pangan di Indonesia.

Dalam seminar dan workshop tentang "Peran Fortifikasi dalam Meningkatkan Kualitas Pangan" di Universitas Jember (UNEJ), Rabu (16/10), Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Yusra Egayanti, menekankan beras fortifikasi berperan strategis dalam menangani stunting. "Beras fortifikasi tidak hanya menjadi sumber karbohidrat, tetapi juga diperkaya dengan berbagai zat gizi mikro, seperti vitamin A, B1, B6, B12, asam folat, zat besi, dan zinc. Dengan kandungan nutrisi tersebut, beras ini bisa membantu menurunkan angka stunting di Indonesia," ujar Yusra.

Fortifikasi Diperluas

Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, menyatakan peningkatan kualitas gizi dan ketahanan pangan merupakan faktor kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045. Teknologi inovatif, seperti fortifikasi pangan menjadi sangat penting untuk mencapai target tersebut.

"Kita masih melihat kasus stunting di berbagai daerah. Jika masalah ini tidak segera diatasi, akan sulit bagi kita mencapai Indonesia Emas 2045. Sebuah visi Indonesia maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi," kata Iwan. Dia berharap lebih banyak bahan pangan lain yang dapat difortifikasi tanpa mengubah sifat dasar produk tersebut.

Anthony Budiawan, Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies), mengatakan urusan pangan, kualitas pangan, dan swasembada bukan hanya karena momentum Hari Pangan saja, tetapi harus terus-menerus. "Saya tidak sepakat kalau urusan pangan ini hanya karena Hari Pangan saja. Orang kita terlalu suka dengan yang namanya momentum. Padahal, masalah pangan ini mestinya urusan yang setiap hari dan harus konsisten pemerintah lakukan," pungkas Anthony.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.