Ekspor Dibatasi, RI Harus Upayakan Tingkatkan Produksi Pangan Lokal

Selasa, 08 Okt 2024, 23:58 WIB

JAKARTA - Krisis pangan global semakin menyita perhatian dunia seiring dengan meningkatnya ketidakstabilan pasokan pangan di berbagai negara. Hal itu salah satunya disebabkan oleh menurunnya hasil produksi pertanian di banyak wilayah karena terdampak perubahan iklim yang ekstrem.

Di sisi demand, kebergantungan pada produk pangan impor yang tinggi menyebabkan terjadinya persaingan untuk mendapatkan, sehingga makin memacu kenaikan harga komoditas pangan global. Kondisi tersebut makin rumit dengan konstalasi geopolitik global yang ditandai dengan perang yang tak kunjung berakhir di beberapa kawasan khususnya di Eropa Timur, tepatnya di Ukraina dan di kawasan Timur Tengah. Instabilitas itu pada akhirnya menyebabkan pembatasan dan gangguan pada rantai pasok global, sehingga biaya transportasi untuk produk-produk pangan melonjak dibanding kondisi normal.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Data Food Security Update Edisi September 2024 dari World Bank menunjukkan hingga akhir September 2024, 16 negara telah menerapkan 22 larangan ekspor pangan, dan delapan negara telah menerapkan tindakan pembatasan ekspor. Berdasarkan Global Food Security Index 2022, dalam aspek keterjangkauan pangan, bagi Indonesia masih terdapat pekerjaan rumah dari aspek ketersediaan pangan untuk berbagai indikator, seperti kecukupan pangan, penelitian dan pengembangan, serta akses terhadap agro input. Menanggapi hal itu, Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan laporan food security index itu bukan berarti Indonesia aman di tengah perubahan iklim.

"Harus disadari, kedaulatan pangan kita masih riskan di tengah perubahan iklim dan konflik geopolitik yang diikuti kebijakan pembatasan dan larangan ekspor pangan," tegas Awan. Untuk itu, perlu adanya upaya serius untuk memastikan peningkatan produksi pangan dalam negeri khususnya sumber pangan lokal.

Sebab, harus diakui selama ini produksi pangan terus menurun, begitu juga pengembangan pangan lokal yang jalan di tempat. Selain itu, papar Awan, pemerintah juga perlu melakukan perbaikan tata niaga dan distribusi pangan, serta penguatan kelembagaan ekonomi rakyat, termasuk masyarakat adat yang bergerak di sektor pangan.

Sumber Konflik Baru

Pakar pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, mengatakan sudah seharusnya setiap negara, terutama yang agraris, membangun kemandirian dan kedaulatan pangan karena di masa mendatang krisis pangan adalah suatu keniscayaan.

"Banyak hal yang memicu ke arah sana, mulai climate change, alasan ekonomi, krisis air dan krisis lahan. Jika stok dunia semakin menipis, pangan akan menjadi sumber konflik baru dengan krisis multidimensi bersama krisis air dan energi," katanya. Negara-negara eksportir sudah membaca itu jadi RI jangan sampai terlambat, terlena dengan ketahanan berbasis impor. Jika terus tertinggal, negara bukan hanya jatuh ke perangkap utang, tapi juga perangkap pangan karena kebergantungan yang terus berlanjut.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.