Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nyamuk Wolbachia Resmi Diluncurkan

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 01:30 WIB | Oleh:
Nyamuk Wolbachia Resmi Diluncurkan Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Pelepasan nyamuk aedes aegypti mengandung wolbachia -- Petugas memberikan sosialisasi kepada warga tentang jentik nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia sebelum dimasukkan ke dalam ember di Kembangan, Jakarta, Jumat (4/10). Pemprov DKI Jakarta melepas nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia guna menguatkan program pengendalian demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.

JAKARTA - Untuk menekan demam berdarah dengue (DBD), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta resmi meluncurkan nyamuk bervirus Wolbachia. Pelepasan nyamuk Wolbachia dilakukan di Taman Agro Eduwisata, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (4/10).

Cara "memerangi" ketika terjadi nyamuk Jantan ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk betina: telur tidak menetas. Nyamuk jantan kawin dengan betina ber-Wolbachia: telur menetas ber-Wolbachia.

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, mengatakan rangkaian penanggulangan DBD dengan metode Wolbachia sudah dimulai sejak Jakbar dinyatakan sebagai salah satu lokasi penerapan program tersebut. "Rangkaian kesiapan pelaksanaan penanggulangan DBD dengan metode Wolbachia, di Jakbar sudah lama dimulai, begitu kita ditunjuk," ujar Uus.

Jakbar ditunjuk sebagai salah satu lokasi implementasi program Wolbachia. Ini berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan tentang Penyelenggaraan Proyek Implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan DBD.

Uus menjelaskan, Jakarta Barat terpilih sebagai salah satu dari lima kota. Empat kota lain adalah Semarang, Bandung, Kupang, dan Bontang. Ini menjadi program Kementerian Kesehatan.

Untuk mendukung kelancaran program, Pemkot Jakbar juga telah melatih para kader Juru Pemantau Jentik (Jumatik) agar dapat membantu pemahaman warga terhadap program tersebut. Sosialisasi dan edukasi pun dilakukan secara masif di seluruh Jakarta Barat. Ada berbagai metode seperti tatap muka, media sosial, webinar, pemberian leaflet, serta melalui kanal informasi lainnya.

Uus menambahkan, Jakbar juga mendata Orang Tua Asuh (OTA) yang bersedia dititipi ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia. Hingga kini, jumlah OTA Kembangan Utara ada 1.185 orang. Mereka anggota masyarakat yang telah memahami tugasnya untuk menjaga ember-ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia.

Lebih lanjut, Kecamatan Kembangan dipilih sebagai lokasi pertama pelepasan nyamuk ber-Wolbachia karena memiliki angka DBD tertinggi pada tahun lalu. Tingkat insidennya (incidence rate) 54,1 per 100.000 penduduk.

"Kecamatan Kembangan memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Masyarakatnya dikenal guyub bergotong royong. Secara prinsip warga menerima dengan baik pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia," tambah Uus.

Dia juga memaparkan, peningkatan kasus DBD Jakarta Barat tahun ini telah terjadi mulai Februari dan mencapai puncaknya April dengan 799 kasus. Maret sampai Juni, jumlah kasus berada di atas nilai maksimal lima tahun terakhir. Selanjutnya, kasus mulai menurun Juli dan. Bulan September tercatat sebanyak 73 kasus.

Dalam kesempatan sama, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Yudhi Pramono, menargetkan 60 persen telur nyamuk berwolbachia menetas. Mereka akan mengurangi jumlah nyamuk Aedes aegpty yang menyebarkan DBD.

"Untuk Wolbachia ini ada targetnya. Paling tidak targetnya 60 persen telur menetas. Dengan begitu, mereka diharapkan nanti memberikan dampak penurunan kasus DBD Jakarta Barat," tambah Yudhi.

Pada umumnya, nyamuk dapat terbang sejauh 100 meter. Namun apabila tertiup angin, maka jarak terbang nyamuk dapat lebih jauh. Dengan demikian, diharapkan penyebaran nyamuk ber-wolbachia akan semakin meluas.

Sementara itu, untuk penurunan DBD Jakarta Barat, Yudhi juga berharap angka kasusnya bisa menurun menjadi 10 per 100.000 penduduk. Kemenkes memastikan metode nyamuk ber-Wolbachia akan terus dievaluasi dan berlanjut penyebarannya di kota-kota lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.