Jorge Martin Waspadai Kondisi Tak Terduga MotoGP Jepang

Sabtu, 05 Okt 2024, 06:56 WIB

MOTEGI, JEPANG - Pemimpin klasemen Jorge Martin memperingatkan tentang kondisi tidak terduga di MotoGP Jepang akhir pekan ini. Hal itu diungkap Martin saat berusaha untuk memperbesar keunggulannya atas pesaing terdekatnya, Francesco Bagnaia.

Pembalap asal Spanyol, Martin memenangkan MotoGP Indonesia pekan lalu untuk meraih keunggulan 21 poin atas juara bertahan asal Italia, Bagnaia, yang finis ketiga di sirkuit Mandalika di Pulau Lombok. Hasil ini membuat Martin dari tim Pramac dan Bagnaia dari Ducati terkunci dalam pertarungan dua arah untuk gelar dengan lima balapan tersisa, dimulai akhir pekan ini di Motegi.

Ket. Foto: sesi latihan kelas MotoG I Pembalap Prima Pramac Racing Jorge Martin dari Spanyol mengendarai motornya saat sesi latihan kelas MotoGP Grand Prix Jepang MotoGP di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi, Jumat (4/10). — Sumber: Toshifumi KITAMURA / AFP

Martin memenangkan MotoGP Jepang tahun lalu dalam balapan yang dipersingkat karena hujan. Dia mengatakan "akan memulai dari nol" tahun ini dengan kemungkinan cuaca buruk kembali terjadi.

Musim lalu bagus, tetapi situasinya berbeda. Martin datang dari belakang mencoba menyerang. Dia memenangkan sprint dan balapan pada Minggu, tetapi kali ini dia akan berbeda, akan sulit. "Saya melihat prakiraan cuaca cukup tidak terduga sehingga akan sulit dan sangat menantang," ujar Martin. Dia ingin memenangkan gelar dunia MotoGP pertamanya.

Martin terjatuh dalam sesi sprint, yang dimenangkan oleh Bagnaia. Tetapi sehari kemudian dia menang di Grand Prix di mana Bagnaia finis ketiga di belakang Pedro Acosta dari Spanyol. Hasil tersebut memungkinkan dua pembalap teratas memperlebar jarak dengan pesaing terdekat. Pengejar dipimpin oleh Enea Bastianini di posisi ketiga. Dia tertinggal 54 poin dari Bagnaia.

Marc Marquez, juara dunia enam kali asal Spanyol, tertinggal tiga poin lagi di posisi keempat. Martin tidak menutup kemungkinan Bastianini dan Marquez tetap bersaing dalam perebutan gelar, tetapi mengakui peluang mereka semakin menipis.

Jika ada yang bisa melakukannya, itu mereka. Tapi dia merasa saat ini cukup sulit. Matin merasa ini lebih tentang Pecco (Bagnaia) dan dirinya. Bagi Martin, ini sebuah kehormatan bisa bertarung dengan juara seperti Pecco, seperti Marc, dan pembalap hebat seperti Enea. "Kita lihat apa yang terjadi," tandas Martin.

Tahun lalu, situasinya terbalik, Bagnaia memimpin klasemen dan Martin mencoba mengejar di posisi kedua. Bagnaia senang bisa bertarung lagi dengan Martin."Tampaknya situasinya persis sama, tetapi di sisi yang berlawanan. Saya pikir dengan Jorge. Ini menyenangkan memiliki pertarungan lagi. Kami selalu memiliki pertarungan dan pertempuran yang adil. Kami saling menghormati," ucap Bagnaia. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.