Mantan Menteri Perhubungan Singapura Dipenjara karena Terima Hadiah Ilegal

Jumat, 04 Okt 2024, 00:00 WIB

SINGAPURA - Seorang mantan menteri Singapura, pada hari Kamis (3/10), dijatuhi hukuman 12 bulan penjara karena terbukti menghalangi keadilan dan menerima hadiah ilegal, dalam persidangan korupsi politik pertama di negara kota itu selama hampir setengah abad.

Dikutip dari African Insider, mantan Menteri Perhubungan, S. Iswaran, yang dikenal karena membantu menghadirkan lomba balap Formula Satu ke pusat keuangan itu, tahun ini dikenai 35 tuduhan yang sebagian besar terkait dengan korupsi di negara yang sering disebut sebagai salah satu negara paling tidak korup di dunia.

Ket. Foto: Singapura — Sumber: ISTIMEWA

Hukuman yang dijatuhkan kepada Iswaran lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum yang hanya enam hingga tujuh bulan, yang menurut Hakim Pengadilan Tinggi Vincent Hoong akan jelas tidak memadai mengingat dampak kasus tersebut terhadap kepercayaan publik.

"Kepercayaan dan keyakinan terhadap lembaga publik merupakan landasan tata kelola yang efektif, yang dapat dengan mudah dirusak oleh kesan bahwa seorang pegawai negeri telah gagal memenuhi standar integritas dan akuntabilitas," kata Hoong saat membacakan putusan.

Lima Dakwaan

Iswaran divonis bersalah minggu lalu atas tuduhan menghalangi keadilan dan menerima hadiah ilegal setelah jaksa hanya mengajukan lima dakwaan yang lebih ringan, termasuk beberapa yang terkait dengan seorang taipan properti miliarder.

Tim pembelanya meminta hukuman penjara Iswaran dimulai pada 7 Oktober. Pengadilan kemudian meminta pria berusia 62 tahun itu untuk menyerahkan diri pada pukul 4 sore (08.00 GMT) di Pengadilan Negeri hari itu.

Iswaran mengundurkan diri pada bulan Januari setelah secara resmi diberitahu tentang tuduhan tersebut, yang mencakup penerimaan hadiah senilai lebih dari 300.000 dollar AS.

Ia juga didakwa dengan tuduhan menghalangi keadilan terkait upaya menghalangi otoritas Singapura menyelidiki penerbangan kelas bisnis yang merugikan taipan hotel Malaysia, Ong Beng Seng, salah satu penduduk terkaya di Singapura.

Empat dakwaan lainnya terkait dengan penerimaan hadiah dari Ong, direktur pelaksana Hotel Properties Limited, dan seorang direktur utama di sebuah perusahaan konstruksi Lum Kok Seng, termasuk botol wiski dan tongkat golf.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.