BKSDA Bogor Titipkan 80 Buaya

Jumat, 04 Okt 2024, 03:46 WIB

BOGOR - Lima buaya yang lepas karena kandang jebol merupakan titipan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor. "Secara keseluruhan BKSDA bogor mengakui menitipkan 80 ekor buaya di kandang penangkaran," tutur Kepala Bidang KSDA Wilayah I Bogor, Diah Qurani Kristina, Kamis (3/10).

Kandang terletak di Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur. Buaya-buaya tersebut titipan balai sejak beberapa tahun terakhir karena kesulitan mendapat tempat penyimpanan. Diah menyatakan buaya tersebut diambil alih BKSDA tahun 2018 dari lokasi yang sama karena berbagai permasalahan, termasuk perizinan.

Ket. Foto: Karyawan penangkaran buaya di Kampung Gunung Calung, Kelurahan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menangkap dua ekor buaya yang kabur di area galian pasir, Kamis (3/10). — Sumber: ANTARA/Ahmad Fikri

Menurut Diah, meski sudah diambil alih, BKSDA tetap menaruh buaya di lokasi tersebut karena tidak memiliki tempat penyimpanan. "Maka, kami tetap titipkan di lokasi Kelurahan Sayang. Jumlah yang dititipkan pada tahun 2018 sekitar 80 ekor," katanya.

Bahkan penitipan di lokasi tersebut diperkuat dengan surat berita acara penitipan satwa jenis buaya muara. Namun jumlah buaya saat ini berkurang karena kemungkinan besar mati atau dimakan buaya lain.

Namun, seiring kaburnya buaya akibat tembok penangkaran Cianjur jebol membuat BKSDA berencana memindahkan lima buaya yang kabur ke penitipan di Taman Safari Indonesia. Sedangkan puluhan buaya lainnya masih menunggu lokasi yang memadai.

"Kami terpaksa menitipkan di lokasi penyitaan di Cianjur karena tidak memiliki tempat yang cukup untuk menampung 80 buaya. Apalagi rata-rata buaya berukuran besar, namun dalam waktu dekat akan segera dipindahkan secara bertahap," tambah Diah.

Seperti diberitakan, petugas gabungan Kelurahan Sayang, Cianjur, berhasil menangkap 5 buaya berukuran 3 sampai 5 meter. Buaya-buaya lepas dari penangkaran akibat tembok jebol. Buaya tersebut merupakan titipan Balai Konservasi Sumber Daya Alam.

Kepala Kelurahan Sayang, Wiji Eko, di Cianjur, Kamis, menuturkan, tembok penangkaran buaya di tanah milik seorang pengusaha di Kampung Gunung Calung, Kelurahan Sayang. Tembok jebol karena hujan deras disertai angin kencang Rabu malam.

"Buaya dalam penangkaran sekitar 80 ekor milik BKSDA sesuai yang tertera dalam surat penitipan. Namun kami belum tahu jumlah buaya yang kabur. Kami baru menangkap 5 ekor," jelas Wiji. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.