FSGI Ungkap Kekerasan di Sekolah Meningkat

Rabu, 02 Okt 2024, 03:13 WIB

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat 36 kasus kekerasan di satuan pendidikan selama Januari-September 2024. Kekerasan tersebut mencakup kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikis dan kebijakan yang mengandung kekerasan.

"Terjadi lojakan karena sebelumnya hingga Juli 2024 hanya 15 kasus. Tercatat pada September 2024 terjadi lonjakan 12 kasus kekerasan di satuan pendidikan," ujar Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo, dalam keterangannya kepada awak media, di Jakarta, Selasa (1/10).

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo. — Sumber: Koran Jakarta/M.Ma'ruf

Heru meneruskan, ke-36 kasus kekerasan di satuan Pendidikan tersebut adalah kategori berat yang terjadi di satuan pendidikan atau yang melibatkan peserta didik. Dengan demikian, masuk proses hukum pidana dan ditangani oleh pihak kepolisian.

Dia menambahkan, dari 36 kasus, total jumlah korban anak mencapai 144 peserta didik.

Sumber data FSGI adalah berdasarkan studi referensi yaitu mengumpulkan kasus-kasus dari pemberitaan di media massa sepanjang Januari sampai 28 September 2024.

"Total jumlah pelaku mencapai 48 orang dan anak korban mencapai 144 peserta didik," jelasnya.

Heru mengungkapkan, pemerintah harus terus melanjutkan program-progarm pencegahan dan penanganan Kekerasan Di Satuan Pendidikan. Mengingat Indonesia sudah memasuki tahap darurat kekerasan terhadap anak.

"FSGI mendorong Kemendikbudristek terus melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis untuk memastikan aturan diimplementasikan dengan tepat di satuan Pendidikan," katanya.

Dia mendorong Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan sekolah dapat mempelajari Persekjen Kemendikbudristek Nomor 49/M/2023 tentang Petunjuk Teknis tatacara pelaksanaan pencegehan dan penanganan kekerasan di satuan Pendidikan. Menurutnya, banyak sekolah yang belum tahu juknis ini dan masih kebingungan dengan penanganan kekerasan di satuan Pendidikan.

"FSGI mendorong ada pelatihan bagi para pendidik untuk mengontrol emosi saat menghadpai perilaku peserta didik yang tidak tepat," tuturnya. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.