Memanas Kondisi Kawasan Ini, Biden Perintahkan Pentagon Cek Kesiapan Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 28 Sep 2024, 21:37 WIB

Washington - Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah memerintahkan Pentagon untuk meninjau kesiapan militer AS di Timur Tengah menyusul serangan Israel ke Lebanon, sebut Gedung Putih pada Jumat.

Istana kepresidenan dalam pernyataan mengatakan Biden "telah mendapat pengarahan beberapa kali hari ini oleh tim keamanan nasionalnya tentang perkembangan terkini di Timur Tengah."

"Dia telah memerintahkan Pentagon untuk menilai dan menyesuaikan seperlunya postur pasukan AS di kawasan tersebut guna meningkatkan pencegahan, memastikan perlindungan pasukan, dan mendukung berbagai tujuan AS," kata pernyataan itu.

Presiden AS juga telah mengarahkan timnya untuk memastikan bahwa kedutaan besar AS di kawasan tersebut mengambil semua tindakan perlindungan sebagaimana mestinya, tambahnya.

Pada Jumat (27/9) pagi, jet tempur Israel melakukan serangkaian serangan udara di pinggiran Beirut, Lebanon, dan mengklaim telah mengenai markas utama kelompok Hizbullah.

Setelah serangan udara tersebut, media Israel mengatakan bahwa tentara sedang memverifikasi apakah pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah berada di dalam area yang menjadi sasaran.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa enam orang tewas dan 91 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Hizbullah belum mengomentari serangan itu.

Israel telah menggempur Lebanon sejak Senin pagi hingga menewaskan lebih dari 700 orang dan melukai hampir 2.200 lainnya, menurut angka yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Lebanon.

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa jumlah korban tewas di Lebanon sejak Oktober lalu mencapai 1.540, selain lebih dari 77.000 orang yang mengungsi dari wilayah selatan dan timur negara tersebut.

Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas batas sejak dimulainya perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 41.500 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober lalu.

Masyarakat internasional telah memperingatkan mengenai serangan terhadap Lebanon, karena dikhawatirkan konflik Gaza berubah menjadi perang regional.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.