AS Bersama Sekutu Desak Israel dan Lebanon segera Sepakati Gencatan Senjata di Gaza

Jumat, 27 Sep 2024, 00:12 WIB

Washington - Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan sembilan negara lainnya pada Rabu mendesak Israel dan Lebanon untuk menyepakati gencatan senjata sementara di tengah ketegangan yang semakin meningkat di perbatasan keduanya.

Dalam sebuah pernyataan gabungan, AS, Australia, Kanada, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arah, dan Qatar menyebut situasi di Lebanon dan Israel "tidak bisa ditoleransi" sejak 8 Oktober.

Situasi tersebut "menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima karena risiko eskalasi regional yang lebih luas," kata mereka.

"Ini tidak menguntungkan siapa pun, baik masyarakat di Israel atau pun rakyat Lebanon."

Pernyataan itu menyebutkan bahwa sudah saatnya mencapai penyelesaian diplomatik bagi warga sipil untuk kembali ke rumah mereka.

"Namun, diplomasi tidak bisa berhasil di tengah eskalasi konflik ini," kata pernyataan itu.

"Oleh karena itu kami menyerukan gencatan senjata selama 21 hari di seluruh perbatasan Lebanon-Israel untuk memberikan ruang bagi diplomasi menuju penyelesaian diplomatik yang konsisten dengan UNSCR 1701, dan implementasi UNSCR 2735 terkait gencatan senjata di Gaza," katanya.

"Kami menyerukan kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Israel dan Lebanon, untuk segera mendukung gencatan senjata sementara yang konsisten dengan UNSCR 1701 selama periode ini dan memberikan kesempatan nyata bagi penyelesaian diplomatik," menurut pernyataan itu.

Mereka juga mengatakan bahwa mereka siap mendukung semua upaya diplomatik untuk menyelesaikan kesepakatan antara Lebanon dan Israel dalam periode ini.

Dalam sebuah pernyataan awal, Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan baku tembak tersebut mengancam konflik yang jauh lebih luas dan menimbulkan kerugian bagi warga sipil.

"Oleh karena itu kami bekerja bersama dalam beberapa hari terakhir untuk menyerukan gencatan senjata sementara guna memberikan kesempatan bagi keberhasilan diplomasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut di sepanjang perbatasan," kata mereka.

"Kami menyerukan dukungan luas dan dukungan segera dari Pemerintah Israel dan Lebanon," kata pernyataan itu.

Ketegangan regional meningkat di tengah serangan udara mematikan oleh Israel ke Lebanon sejak Senin pagi yang menewaskan hampir 610 orang dan melukai lebih dari 2 ribu lainnya, menurut otoritas kesehatan Lebanon.

Kelompok Lebanon Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas batas sejak awal serangan Israel ke Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 41.400 orang, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober lalu.

Masyarakat internasional telah memperingatkan Israel untuk tidak melakukan serangan ke Lebanon, karena serangan-serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik Gaza ke tingkat regional.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.