Ribuan Umat Rayakan Hari Raya Galungan di Pura Agung Jagatnatha Denpasar

Rabu, 25 Sep 2024, 13:34 WIB

DENPASAR - Ribuan pemedek atau umat di sekitar Kota Denpasar merayakan Hari Raya Galungan atau kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan) di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Bali, Rabu (25/9).

Pemangku Jan Banggul Pura Agung Jagatnatha Denpasar Ida Bagus Saskara saat ditemui di sela-sela upacara mengatakan puncak kedatangan pemedek pada perayaan Galungan yang jatuh pada Buda Kliwon Dungulan di Pura yang ada di jantung Kota Denpasar itu diperkirakan terjadi pada siang nanti.

Ket. Foto: Perayaan Hari Raya Galungan di Denpasar, Bali. — Sumber: antara foto

"Sudah dari tadi pagi sekitar jam 07:00 Wita masyarakat sudah hadir untuk melakukan persembahyangan, sepertinya sampai siang nanti pun puncak kehadiran masyarakat yang sembahyang akan lebih banyak lagi," kata Askara.

Menurut keterangan Saskara, umat yang hadir pada pagi hari mencapai lebih dari 500 orang, sementara umat yang datang pada sore hari bisa mencapai 1.000 orang bahkan lebih. Karena areal Pura Agung Jagatnatha terbatas, maka waktu untuk berdoa kepada Sang Hyang Widhi Wasa dibatasi sesuai kapasitas pura. Ibadah di tempat itu pun dipandu oleh beberapa pemangku yang sudah dibagikan. Adapun ibadah dibagi menjadi tiga sesi mulai pagi pukul 09.00 Wita, hingga berakhir pada sesi malam pukul 22.00 Wita.

Dalam pantauan di lapangan, para pemedek yang merayakan Galungan di Pura Agung Jagatnatha Denpasar sudah terlihat memadati area pura. Sekitar pukul 11.00 Wita, tampak antrian panjang di luar pintu masuk pura yang menunggu jadwal persembahyangan. Sebanyak 12 orang pecalang (pengamanan desa adat) yang bertugas pun berjaga di pintu masuk untuk mengatur lalu lintas keluar masuk bagi pemedek.

Di sekitar Pura Agung Jagatnatha tampak dihiasi penjor, tedung dan pernak-pernik sakral lainnya yang didominasi warna kuning dan putih. Hiasan sakral itu dimaknai sebagai Dharma dan Adharma, yang melambangkan kebaikan dan keburukan.

Saskara mengatakan perayaan Galungan menjadi momentum untuk berbenah diri, menjaga persatuan antara umur di tengah situasi Pilkada Bali.

"Harapannya pelaksanaan Galungan ini merupakan suatu momen yang sangat baik apalagi dikaitkan dengan Pilkada Bali, ayo bersama-sama calon pemimpin masyarakat yang ada di Bali melakukan persembahyangan sehingga semuanya jadi lebih dekat. Mari kita rayakan Galungan dengan suka cita," katanya.

Dia menjelaskan, rata-rata pemedek yang hadir pada pagi hingga siang hari di Pura Agung Jagatnatha Denpasar merupakan masyarakat yang bukan asli Denpasar. Karena, ada kebiasaan masyarakat untuk melakukan persembahyangan di kampung halaman setelah melakukan persembahyangan di pura dekat tempat tinggal agar sore harinya bisa pulang ke kampung untuk merayakan Galungan di kampung halaman asal.

Tata (29), seorang pemedek asal Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung bersama adiknya mengaku memilih Pura Agung Jagatnatha untuk bersembahyang karena ingin mendapatkan suasana khusus di Hari Raya Galungan. "Di hari yang suci ini dapat keberkahan, keselamatan, rejeki oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa," katanya.

Sementara itu, Wayan Sudra (39) pria asli Ubud kelahiran Denpasar itu mengikuti persembahyangan di Pura Agung Jaganatha sebelum pulang ke kampung halamannya di Ubud.

Dia sendiri mengaku melakukan persembahyangan di tiga tempat di Pura Dalem, di Pura Agung Jagatnatha dan Pura Desa. Dia mengatakan karena sifatnya yang padma sane, terbuka untuk umum maka ia datang ke Pura Agung Jagatnatha Denpasar.

"Harapannya agar masyarakat lebih tentram, apalagi tahun politik ya bisa lebih tentram tidak ada gejolak agar setiap orang menjalani kehidupannya dengan tenang. Siapapun pemimpinnya pastikan keamanan masyarakat," kata dia.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.