Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perum Bulog: Bercocok Tani Tradisional Tak Lagi Layak di Tengah Perubahan Iklim

📅 Rabu, 25 Sep 2024, 14:27 WIB | Oleh:
Perum Bulog: Bercocok Tani Tradisional Tak Lagi Layak di Tengah Perubahan Iklim Doc: Istimewa
Ket. Menurut Sonya, perubahan iklim memengaruhi produksi padi global, di mana panen dapat terganggu oleh cuaca ekstrem dan kenaikan suhu.

JAKARTA - Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan Perum Bulog, Sonya Mamoriska, baru-baru ini mengatakan, pertanian dan distribusi tradisional tidak lagi layak untuk produksi beras di tengah perubahan iklim.

"Kita harus menyadari bahwa pertanian dan distribusi tradisional mungkin tidak lagi memadai. Jelas bahwa untuk memastikan masa depan beras, kita membutuhkan solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan kolaboratif," kata Sonya saat membuka Indonesia International Rice Conference (IIRC) 2024 di Nusa Dua, Bali, Kamis, (19/9).

Dikutip dari Tempi, Sonya menyebutkan, perubahan iklim memengaruhi produksi padi global, di mana panen dapat terganggu oleh cuaca ekstrem dan kenaikan suhu.

Selain itu, harga beras merupakan masalah yang mendesak untuk diatasi, karena kondisinya menyebabkan berbagai masalah yang berdampak pada masyarakat lokal dan sistem pangan global.

Konferensi beras yang berlangsung dari 19 hingga 21 September akan membahas perubahan iklim, gangguan ekonomi, dan ketegangan geopolitik yang berdampak pada produksi dan distribusi beras.

"Ketahanan dalam konteks ini bermakna lebih dari sekadar bertahan hidup, tetapi juga mampu bertahan di tengah kesulitan dengan mengembangkan dan menerapkan solusi inovatif terhadap produksi beras dalam menghadapi tantangan global ini," tutur pejabat Perum Bulog tersebut.

"Pada konferensi perberasan kali ini, kami mengundang berbagai pihak mulai dari pelaku industri perberasan, pemerintah sebagai regulator, dan akademisi untuk membahas isu ini secara komprehensif."

Sementara itu, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Asia Timur dan Pasifik, Carolyn Turk, mengatakan, komoditas beras merupakan unsur krusial untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia, khususnya Indonesia. Carolyn mengatakan beras merupakan makanan pokok utama bagi seluruh umat manusia.

Badan Pangan Nasional Indonesia yang diwakili oleh Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Rachmi Widiarini, mengatakan, pihaknya berharap adanya kolaborasi antar seluruh pelaku industri pangan, khususnya beras, untuk mempererat hubungan antar masing-masing lembaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Kemenbud akan Pugar Candi Muara Takus

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemenbud akan Pugar Candi M...

Ponsel Vivo V80 Lite 5G Segera Hadir di Indonesia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ponsel Vivo V80 Lite 5G Seg...

Niki Rilis Lagu "Merry Christmas Darling"

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Niki Rilis Lagu "Merry Chri...
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.