Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Gelontorkan Rp883 Miliar untuk Stimulus Nataru 2026/2027

8 Minggu, 08 Nov 2026, 21:42 WIB | Oleh:
Pemerintah Gelontorkan Rp883 Miliar untuk Stimulus Nataru 2026/2027 Pemerintah Gelontorkan Rp883 Miliar untuk Stimulus Nataru 2026/2027 Doc: RRI/Zahrotin Aljannah

JAKARTA – Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp883 miliar untuk stimulus transportasi menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Anggaran tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp387 miliar.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mengatakan stimulus diberikan melalui empat moda transportasi. Keempatnya meliputi kereta api, angkutan laut, penyeberangan, dan angkutan udara.

"Kemudian target anggarannya adalah 883 miliar. Jadi pemerintah mengalokasikan lebih dari dua kali lipat anggaran untuk stimulus menjelang Nataru," ujar Dradjad dalam kegiatan Kick-off Program Stimulus Diskon Transportasi Periode Nataru di Jakarta, Minggu (8/11).

Untuk angkutan udara, pemerintah menanggung 100 persen PPN tiket kelas ekonomi rute domestik. Kebijakan berlaku untuk penerbangan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan pembelian tiket mulai 20 Oktober 2026.

Sementara itu, tiket kereta api kelas ekonomi komersial di Jawa dan Sumatera Utara mendapatkan diskon 30 persen. Potongan harga berlaku untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Angkutan laut juga memperoleh diskon 30 persen untuk tarif dasar kelas ekonomi di seluruh PT Kapal Penumpang. Program tersebut berlaku mulai 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Adapun pada angkutan penyeberangan ASDP, pemerintah membebaskan tarif jasa pelabuhan bagi pejalan kaki dan kendaraan golongan 2 serta 4A. Fasilitas tersebut tersedia di 14 pelabuhan pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menyebut stimulus transportasi sebelumnya telah dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan mudik dan wisata. Jumlah masyarakat yang merasakan manfaat program tersebut terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

"Pada tahunn2024 sekitar 94 juta masyarakat yang merasakan kegiatan pulang ke kampung halaman dan tempat wisata. Sementara tahun 2025 itu naik 110 juta," ujar Suntana.

Menurutnya, peningkatan pemanfaatan stimulus tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat. Pemerintah memperkirakan mobilitas selama Nataru 2026–2027 kembali meningkat hingga sekitar 120 juta orang.

Pemerintah berharap program stimulus dilanjutkan atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan koordinasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Program tersebut dinilai memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat serta perekonomian nasional dan daerah. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
KLH Ajak Masyarakat Jaga Ke...
Nasional
Mendikdasmen Ajak Guru Jadi...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.