Ekosistem AI Berkelanjutan Perlu Diciptakan Tumbuhkan Ekonomi Digital
Selasa, 24 Sep 2024, 21:29 WIBWakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan penting bagi Indonesia untuk membangun ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang berkelanjutan atausustainsehingga dapat menumbuhkan ekonomi digital Indonesia.
"Kita punya tanggung jawab yang lebih bagaimana kita bisa mengolah ekosistem ini untuk bisa lebihsustaindan bisa memberikan dampak yang cukup baik untuk masa depan Indonesia," kata Nezar saat membuka lokakarya bertajuk "AI Ecosystem Development" di Jakarta Selatan, Selasa.
Ia kemudian menyebutkan bahwa perkembangan AI di Indonesia yang pesat dinilai berpeluang menghasilkan kontribusi 366 dolar AS terhadap ekonomi digital ASEAN pada 2030.
Dengan momen pertumbuhan dan adopsi AI yang cepat tersebut, Nezar mengatakan masyarakat Indonesia harus dengan bijak dan sebaik-baiknya memanfaatkan AI agar peluang yang diprediksikan itu dapat terealisasi.
Menurut dia AI harus digunakan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia sehingga nantinya dapat terus menciptakan pembukaan lapangan kerja baru yang tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Kolaborasi lintas sektor dan memastikan adopsi AI yang bertanggung jawab dinilai Nezar sebagai strategi yang tepat untuk menciptakan ekosistem AI berkelanjutan di Indonesia.
Hal itu dikarenakan dampak penggunaan AI akan berbeda-beda di setiap negara sesuai dengan nilai yang dipercaya di negara tersebut. Maka dari itu kolaborasi menjadi strategi tepat karena menjadi salah satu nilai yang dianut oleh masyarakat Indonesia mengacu pada gotong royong.
Salah satu langkah yang telah diambil pemerintah untuk membuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menciptakan ekosistem AI berkelanjutan ialah dengan menghadirkan Surat Edaran (SE) terkait panduan etika penggunaan AI.
Dengan hadirnya SE tersebut maka pemerintah telah memberikan rambu-rambu untuk meminimalkandampak buruk dari pengembangan dan adopsi AI di dalam negeri.
"Kita juga mencatat sejumlah hal negatif dari AI dan itu coba dipecahkan atau coba dihadapi. Kita coba tangani oleh sejumlah regulasi termasuk di Indonesia kita mengeluarkan Surat Edaran Menteri terkait Panduan Etik penggunaan AI atau panduan AI bagideveloper," kata Nezar.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Xi Jinping Ingin AI Kuasai Seluruh Medan Perang, Tiongkok Siapkan Mesin Perang Masa Depan
-
Polsek Imogiri dan Kasihan Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Kejahatan Jalanan di Bantul.
-
Dari A24 Jadi 'AI24'? Kolaborasi dengan Google DeepMind Picu Gelombang Kritik
-
Upacara Terakhir SD Kanisius Babadan Sebelum Libur
-
Pemprov DKI Jakarta Resmi Pertahankan Insentif Fiskal Kendaraan Listrik Sepanjang 2026
-
BEI Bidik Startup dan Industri Kreatif Ramaikan Bursa Saham
-
Industri Kripto Bantu Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Lewat Ekonomi Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.